Jumat, 01 Mei 2026

Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan Eskalasi Perang Iran

Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan Eskalasi Perang Iran
Ilustrasi Harga Minyak

MADIUN – Harga minyak naik pada perdagangan Kamis pagi akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari eskalasi konflik perang Iran di Timur Tengah.

Kenaikan ini terjadi setelah beberapa hari pasar sempat mengalami konsolidasi tipis. Namun, perkembangan terbaru di wilayah produsen energi tersebut kembali memicu spekulasi mengenai ketersediaan stok di masa mendatang.

"Kemungkinan gangguan pasokan tetap menjadi fokus utama investor seiring meningkatnya retorika konflik di kawasan tersebut," ujar Vandana Hari, analis energi terkemuka, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga

Subsidi Motor Listrik Polytron Bikin Harga Turun Jadi 11 Jutaan

Vandana Hari berpendapat bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase sensitif terhadap setiap pergerakan militer di jalur perdagangan energi dunia.

Lonjakan harga mencerminkan ketakutan akan terhambatnya arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan urat nadi utama bagi distribusi minyak mentah ke seluruh penjuru dunia setiap harinya.

Para spekulan di pasar berjangka mulai mengambil posisi beli untuk mengamankan aset mereka dari fluktuasi yang lebih ekstrem. Kondisi ini diperparah dengan cadangan global yang mulai menipis di beberapa pusat penyimpanan utama.

Beberapa analis komoditas menyebutkan bahwa jika situasi lapangan tidak segera mereda, tekanan terhadap harga akan terus berlanjut hingga akhir pekan. Hal ini memberikan beban tambahan bagi negara-negara importir energi yang sedang berjuang melawan inflasi.

Pemerintah di berbagai belahan dunia kini sedang memantau dengan saksama dampak dari pergeseran harga ini terhadap biaya logistik domestik. Keseimbangan antara permintaan dan penawaran menjadi semakin rapuh akibat faktor eksternal yang sulit diprediksi secara akurat.

Harapan untuk stabilitas pasar kini bergantung pada upaya diplomasi internasional guna mencegah terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas. Tanpa adanya jaminan keamanan, tren penguatan nilai komoditas energi ini diprediksi akan terus bertahan dalam jangka menengah.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK Siapkan Sistem Registri Baru Bursa Karbon RI Bareng BEI

OJK Siapkan Sistem Registri Baru Bursa Karbon RI Bareng BEI

Mobil Listrik Jarak Tempuh Jauh Paling Tangguh di Indonesia

Mobil Listrik Jarak Tempuh Jauh Paling Tangguh di Indonesia

Spesifikasi Motor Listrik VinFast Viper 2026 Harga Rp10 Jutaan

Spesifikasi Motor Listrik VinFast Viper 2026 Harga Rp10 Jutaan

Harga Minyak Melambung Picu Tekanan Berat di Bursa Saham Asia

Harga Minyak Melambung Picu Tekanan Berat di Bursa Saham Asia

Harga Minyak Dunia Melejit 6 Persen Hingga Brent Tembus USD 118

Harga Minyak Dunia Melejit 6 Persen Hingga Brent Tembus USD 118