Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik
- Rabu, 29 April 2026
SURABAYA – Fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda saat ini memicu kekhawatiran karena mampu mempercepat proses degradasi pada baterai kendaraan listrik milik konsumen.
Kondisi atmosfer yang menunjukkan kenaikan suhu secara signifikan memberikan beban kerja ekstra pada sistem manajemen termal mobil maupun motor listrik.
"Panas merupakan musuh utama bagi baterai lithium-ion karena dapat memicu reaksi kimia internal yang tidak stabil," ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Bambang Sudarmanta, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga
Bambang Sudarmanta menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan dalam kondisi suhu tinggi secara terus-menerus akan mengurangi kapasitas penyimpanan energi secara permanen dalam jangka panjang.
Suhu ideal untuk pengoperasian baterai biasanya berada pada rentang 15 hingga 35 derajat celsius agar performanya tetap terjaga secara optimal.
Saat termometer menunjukkan angka di atas 40 derajat, sistem pendingin kendaraan harus bekerja lebih keras dan mengonsumsi daya lebih banyak.
Hal ini secara langsung berdampak pada jarak tempuh maksimal yang dapat dicapai dalam 1 kali pengisian daya penuh.
Kerusakan sel baterai yang terjadi akibat panas yang berlebihan sering kali bersifat irreversible atau tidak dapat diperbaiki kembali ke kondisi semula.
Para pengguna disarankan untuk memarkirkan unit mereka di tempat yang teduh guna menghindari paparan sinar matahari langsung.
Melindungi aset investasi otomotif ini menjadi sangat krusial mengingat biaya penggantian baterai masih cukup tinggi di pasaran saat ini.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












