Fenomena Mobil Listrik China Murah, Satu Mobil AS Bisa Beli Lima Unit
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA - Perbedaan harga mobil antara Amerika Serikat dan China semakin mencolok karena satu unit mobil baru di AS kini setara dengan harga lima mobil listrik China.
Kesenjangan ekonomi otomotif antara 2 kekuatan besar dunia ini mencerminkan dinamika produksi yang sangat kontras di industri kendaraan ramah lingkungan. Di tengah lonjakan biaya hidup di Barat, produsen dari Asia justru berhasil menekan angka produksi hingga ke titik terendah bagi konsumen domestik mereka.
"Dengan harga rata-rata mobil baru di AS, konsumen di China bahkan bisa membeli hingga lima mobil listrik (EV) baru," tulis laporan Reuters, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Baca JugaCuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi karena persaingan di pasar Tiongkok memaksa manufaktur lokal untuk terus berinovasi dalam memangkas biaya tanpa mengorbankan fungsionalitas dasar.
Terdapat 3 model kendaraan listrik dari merek BYD yang menjadi sorotan utama karena memiliki banderol harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas. Model-model tersebut memiliki daya tarik kuat bagi pembeli pertama yang menginginkan transisi dari kendaraan konvensional ke energi listrik.
"Ketiga model ini masing-masing dibanderol mulai dari kisaran US10.200hinggaUS11.675," sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Pakar industri menyebutkan bahwa keberhasilan menekan harga hingga kisaran tersebut merupakan dampak langsung dari penguasaan rantai pasok baterai secara mandiri.
Secara kumulatif, produk-produk terjangkau ini mencatatkan angka penjualan sekitar 700.000 unit dalam kurun waktu 12 bulan terakhir di pasar domestik mereka. Realitas pasar ini menjadi sinyal peringatan bagi produsen global yang masih kesulitan memproduksi kendaraan listrik dengan harga di bawah 25.000 dolar Amerika Serikat.
Transformasi besar ini menunjukkan bahwa dominasi kendaraan listrik masa depan mungkin tidak lagi ditentukan oleh kemewahan, melainkan oleh aksesibilitas harga bagi publik. Hal ini memaksa banyak negara untuk meninjau kembali kebijakan perdagangan dan subsidi guna melindungi industri otomotif lokal mereka dari serbuan produk murah.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












