Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Isu UEA Bakal Keluar dari OPEC
- Rabu, 29 April 2026
JAKARTA – Harga minyak naik hampir 3 persen dipicu oleh spekulasi pasar mengenai kemungkinan Uni Emirat Arab (UEA) menarik diri dari keanggotaan organisasi kartel OPEC.
Kenaikan ini mencerminkan keresahan para pelaku industri terhadap stabilitas kerja sama antarnegara pengekspor minyak terbesar dunia.
"Ketegangan ini bermula dari perbedaan pandangan mengenai kuota produksi yang dianggap membatasi potensi kapasitas maksimal negara tersebut," ujar Phil Flynn, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Baca JugaCuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik
Analis pasar senior menilai bahwa jika salah satu produsen utama hengkang, maka kontrol kolektif terhadap harga pasar akan menjadi jauh lebih sulit dipertahankan.
Pergerakan harga ini terpantau pada kontrak berjangka Brent yang melampaui estimasi awal para pengamat ekonomi energi.
Perselisihan internal tersebut sebenarnya bukan merupakan hal baru, namun intensitasnya kali ini dianggap mencapai titik yang sangat krusial bagi masa depan pasar energi.
Pelaku pasar khawatir bahwa tanpa koordinasi yang ketat, persaingan produksi secara bebas akan menciptakan fluktuasi harga yang tidak terkendali.
Saat ini banyak negara sedang berusaha memulihkan ekonomi nasional, sehingga lonjakan biaya energi dapat menambah tekanan inflasi di berbagai kawasan.
Investor sedang memantau dengan cermat setiap pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh markas besar organisasi tersebut di Wina.
Situasi geopolitik yang dinamis diperkirakan akan terus memberikan tekanan pada grafik perdagangan komoditas utama sepanjang sisa pekan ini
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












