Pasar Karbon Beroperasi Juni 2026, Pengamat Soroti Harga Karbon
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA – Rencana operasional pasar karbon Juni 2026 mulai memicu diskusi hangat di kalangan pengamat terutama mengenai penetapan harga karbon domestik yang ideal.
Persiapan infrastruktur bursa karbon terus dikebut guna memastikan perdagangan kredit emisi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Fahmy Radhi melihat adanya risiko ketidakseimbangan pasar jika regulasi mengenai nilai ekonomi karbon tidak segera diperjelas sebelum peluncuran dilakukan.
Baca JugaAlva Tanggap Pasar Motor Listrik dengan Perluas Jaringan Dealer
"Pasar karbon harus mampu menciptakan harga yang adil agar perusahaan memiliki insentif nyata untuk mengurangi emisi mereka secara mandiri," ujar Fahmy Radhi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).
Fahmy Radhi berpendapat bahwa mekanisme penentuan harga harus transparan dan mencerminkan biaya eksternalitas dari polusi yang dihasilkan oleh industri.
Jika harga yang ditetapkan terlalu rendah, fungsi pengendalian emisi melalui instrumen pasar ini dikhawatirkan tidak akan mencapai target secara optimal.
Banyak pihak mengantisipasi bahwa 1 ton setara karbondioksida akan memiliki nilai ekonomi yang kompetitif dibandingkan bursa karbon regional lainnya.
Pemerintah sendiri terus berkoordinasi dengan otoritas jasa keuangan untuk menyempurnakan sistem registri nasional yang menjadi basis perdagangan.
"Pemerintah perlu waspada terhadap potensi spekulasi yang bisa merusak stabilitas harga karbon di pasar domestik pada masa awal operasional," ujar Fahmy Radhi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).
Penetapan harga yang tepat dianggap sebagai fondasi utama dalam menarik minat investor asing untuk masuk ke proyek-proyek mitigasi perubahan iklim di tanah air.
Pelaku industri kini mulai menghitung dampak finansial dari kewajiban pembatasan emisi yang akan segera diberlakukan secara luas.
Kejelasan aturan main diharapkan mampu mendorong percepatan investasi pada teknologi rendah karbon di berbagai sektor manufaktur dan energi.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












