Kendaraan Listrik Jadi Kunci Kemandirian Energi dan Ekonomi Indonesia
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA - Adopsi kendaraan listrik jadi kunci kemandirian energi dan ekonomi Indonesia guna mengurangi beban subsidi BBM serta menurunkan emisi karbon secara nasional.
Langkah ini dipandang strategis untuk mengalihkan ketergantungan pada energi fosil impor menuju sumber daya listrik domestik yang melimpah.
"Transformasi ke kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas fiskal dan mencapai target net zero emission," ujar Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dilangsir dari medcom.id, Selasa (28/4/2026).
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
Budi berpendapat bahwa penghematan devisa negara dari pengurangan impor minyak dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur publik yang lebih produktif.
Sektor otomotif nasional kini mulai bergeser ke arah manufaktur ramah lingkungan dengan dukungan insentif fiskal yang masif.
"Penguatan ekosistem dari hulu ke hilir akan memastikan bahwa kendaraan listrik jadi kunci kemandirian energi dan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dilangsir dari medcom.id, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah terus memacu pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum di 514 kabupaten dan kota secara bertahap.
Investasi pada industri baterai lithium juga diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang besar.
Keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada kolaborasi antara sektor swasta dan regulasi pemerintah yang konsisten.
Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di pasar global berkat cadangan nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku utama baterai.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












