Harga Gas 12 Kg Melonjak, Warga Mulai Lirik Elpiji 3 Kg
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA - Kondisi harga gas 12 kg melonjak membuat banyak konsumen di Bandung mulai mempertimbangkan untuk beralih ke penggunaan Elpiji subsidi 3 kg yang lebih murah.
Kenaikan harga yang cukup signifikan di tingkat agen membuat daya beli masyarakat terhadap bahan bakar nonsubsidi tersebut kian menurun.
Banyak warga mulai mendatangi pangkalan gas melon karena merasa beban pengeluaran dapur sudah tidak lagi proporsional.
Baca JugaAlva Tanggap Pasar Motor Listrik dengan Perluas Jaringan Dealer
"Kenaikan ini sangat memberatkan kami, sehingga kemungkinan besar akan beralih ke gas 3 kg jika harga gas nonsubsidi tidak kunjung turun," ujar Rina, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Penurunan omzet mulai dirasakan oleh para pedagang gas eceran yang kehilangan pelanggan setianya dalam beberapa hari terakhir.
Asep menilai bahwa selisih harga yang terlalu jauh antara gas subsidi dan nonsubsidi menjadi pemicu utama masyarakat ingin berpindah pilihan.
"Kalau terus-terusan naik, stok gas 12 kg di gudang saya tidak berputar karena orang lebih memilih antre gas melon," ungkap Asep, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Situasi ini diprediksi akan meningkatkan beban kuota gas subsidi jika tidak segera diantisipasi dengan kebijakan harga yang lebih seimbang.
Para ibu rumah tangga kini harus lebih cermat dalam membagi alokasi uang belanja harian mereka agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyarankan agar pemerintah memastikan ketersediaan stok gas subsidi aman bagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan.
Pengawasan di lapangan perlu diperketat guna mencegah oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan penimbunan barang.
Harapannya ada solusi konkret dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga energi di tingkat konsumen akhir secara berkelanjutan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












