Kamis, 30 April 2026

Pemerintah Genjot B50 dan E20 demi Tekan Impor BBM Nasional

Pemerintah Genjot B50 dan E20 demi Tekan Impor BBM Nasional
Ilustrasi bbm impor

JAKARTA - Pemerintah genjot B50 dan E20 sebagai langkah strategis tekan impor BBM guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan rencana teknis untuk memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati di pasar domestik.

Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa program biodiesel 50 persen atau B50 diproyeksikan mulai berjalan secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi luar negeri.

Baca Juga

Jemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas

"Kami sedang menyiapkan uji terap untuk B50, targetnya bisa segera diimplementasikan setelah evaluasi teknis selesai," ujar Dadan Kusdiana, sebagaimana dilansir dari idnfinancials.com, Selasa (28/4/2026).

Langkah tersebut dianggap mendesak mengingat volume konsumsi bahan bakar fosil yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Selain sektor kelapa sawit, otoritas terkait juga mulai melirik pengembangan bioetanol berbasis tebu dengan kadar 20 persen atau E20.

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa hilirisasi sektor perkebunan menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan bahan baku biofuel secara jangka panjang.

"Pemerintah berkomitmen mendorong investasi di sektor bioetanol agar target E20 dapat tercapai dalam waktu dekat," ungkap Bahlil, sebagaimana dilansir dari idnfinancials.com, Selasa (28/4/2026).

Transformasi menuju energi yang lebih bersih ini diharapkan dapat memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia dari tekanan volatilitas harga minyak global.

Distribusi logistik dan kesiapan infrastruktur kilang menjadi tantangan tersendiri yang kini sedang dicarikan solusinya oleh lintas kementerian.

Arifin Tasrif menilai bahwa diversifikasi sumber energi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga kedaulatan energi nasional di tengah ketidakpastian dunia.

Rencana integrasi hulu ke hilir akan diperkuat melalui kolaborasi antara badan usaha milik negara dan pihak swasta pemegang izin usaha niaga.

Proses pengujian performa mesin kendaraan bermotor terus dilakukan untuk memastikan standar emisi dan efisiensi tetap terjaga dengan penggunaan bahan bakar campuran baru ini.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indomobil Group Tanggapi Konversi Motor Listrik di Pasar Indonesia

Indomobil Group Tanggapi Konversi Motor Listrik di Pasar Indonesia

Jetour Ekspansi Mobil Listrik Indonesia Bawa Model T2 dan Dashing

Jetour Ekspansi Mobil Listrik Indonesia Bawa Model T2 dan Dashing

Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik

Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik

Harga Batu Bara Turun Usai Menguat 5 Hari Beruntun

Harga Batu Bara Turun Usai Menguat 5 Hari Beruntun

Yadea Uji Baterai Motor Listrik Hingga Jarak Tempuh 150 KM

Yadea Uji Baterai Motor Listrik Hingga Jarak Tempuh 150 KM