Kamis, 30 April 2026

Perundingan Damai Iran-AS Terhenti, Harga Minyak Tembus US$ 107

Perundingan Damai Iran-AS Terhenti, Harga Minyak Tembus US$ 107
Ilustrasi Harga Minyak

JAKARTA – Kondisi Harga Minyak melonjak hingga melewati angka US$ 107 per barel setelah perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat dilaporkan mengalami kebuntuan.

Ekspektasi pasar terhadap deeskalasi konflik di Timur Tengah seketika pudar seiring tidak tercapainya titik temu dalam meja diplomasi tersebut.

Sentimen negatif ini memicu kekhawatiran para pelaku industri mengenai keberlanjutan arus distribusi energi dari wilayah Teluk menuju pasar internasional.

Baca Juga

Jemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas

"Perundingan damai Iran-AS terhenti karena adanya poin-poin krusial yang gagal disepakati oleh kedua belah pihak, sehingga memicu harga minyak dunia tembus US$ 107," ujar seorang analis pasar komoditas, sebagaimana dilansir dari idnfinancials.com, Selasa (28/4/2026).

Peningkatan harga ini terjadi secara cepat di bursa berjangka tak lama setelah pernyataan resmi dari perwakilan delegasi kedua negara dirilis ke publik.

Sutedjo berpendapat bahwa kemacetan diplomasi ini memaksa banyak negara pengimpor energi untuk segera mengamankan cadangan minyak mereka guna menghindari kelangkaan.

"Kami melihat ada risiko gangguan pasokan yang nyata jika ketegangan ini terus berlanjut tanpa adanya solusi diplomatik dalam waktu dekat," kata analis tersebut, sebagaimana dilansir dari idnfinancials.com, Selasa (28/4/2026).

Harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate keduanya menunjukkan tren penguatan yang hampir serupa di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.

Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa tertundanya kesepakatan ini akan berdampak pada melonjaknya biaya operasional di sektor manufaktur dan logistik secara global.

Investor kini cenderung beralih ke komoditas energi sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakstabilan hubungan politik antara Teheran dan Washington.

Beberapa negara anggota produsen minyak besar sedang memantau situasi ini dengan cermat untuk menentukan langkah penyesuaian produksi di masa mendatang.

Harapan untuk melihat pasokan tambahan dari Iran masuk ke pasar global tampaknya harus tertunda lebih lama akibat hambatan dalam proses negosiasi tersebut

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indomobil Group Tanggapi Konversi Motor Listrik di Pasar Indonesia

Indomobil Group Tanggapi Konversi Motor Listrik di Pasar Indonesia

Jetour Ekspansi Mobil Listrik Indonesia Bawa Model T2 dan Dashing

Jetour Ekspansi Mobil Listrik Indonesia Bawa Model T2 dan Dashing

Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik

Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik

Harga Batu Bara Turun Usai Menguat 5 Hari Beruntun

Harga Batu Bara Turun Usai Menguat 5 Hari Beruntun

Yadea Uji Baterai Motor Listrik Hingga Jarak Tempuh 150 KM

Yadea Uji Baterai Motor Listrik Hingga Jarak Tempuh 150 KM