Pemerintah Targetkan PLTS Atap 13 GW Guna Pacu Transisi Energi
- Senin, 27 April 2026
JAKARTA - Pemerintah bersama sektor industri bersinergi mendorong pemanfaatan PLTS Atap 13 GW sebagai langkah konkret dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Ambisi besar ini menjadi bagian dari peta jalan strategis untuk menggeser ketergantungan pada energi fosil menuju sumber yang lebih ramah lingkungan.
Penerapan teknologi tenaga surya di level industri dan bangunan komersial diprediksi akan menjadi tulang punggung baru dalam bauran energi nasional.
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
"Kami menargetkan kapasitas terpasang PLTS Atap dapat mencapai 13 gigawatt pada tahun 2029 mendatang," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana, sebagaimana dilansir dari infobanknews.com, Senin (27/4/2026).
Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan dukungan regulasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan PLN dan juga para pengguna mandiri.
Efek domino dari kebijakan ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar serta menurunkan biaya operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Selain itu, sektor manufaktur akan mendapatkan nilai tambah berupa sertifikat hijau yang sangat diperlukan untuk bersaing di kancah perdagangan internasional.
"Implementasi PLTS Atap 13 GW ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga belasan juta ton CO2 per tahun," jelas Dadan Kusdiana, sebagaimana dilansir dari infobanknews.com, Senin (27/4/2026).
Langkah tersebut juga selaras dengan komitmen global dalam memitigasi perubahan iklim yang dampaknya semakin nyata dirasakan saat ini.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan transisi ke infrastruktur energi surya.
Pemerintah terus mematangkan koordinasi dengan penyedia layanan jasa keuangan untuk memastikan skema pendanaan yang kompetitif bagi pemasangan panel surya di berbagai wilayah.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












