Danantara Incar Investasi Energi Rp 518,74 Triliun dari Singapura
- Jumat, 24 April 2026
JAKARTA – Danantara membidik investasi energi senilai Rp 518,74 triliun dari Singapura untuk mempercepat pembangunan proyek panel surya di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kini merambah ke ranah diplomasi finansial yang lebih luas. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sedang menggodok rencana besar yang melibatkan modal asing guna mendorong kemandirian sumber daya ramah lingkungan.
"Kami sedang menjajaki potensi investasi energi senilai 33 miliar dollar AS atau Rp 518,74 triliun dengan sejumlah perusahaan asal Singapura," ujar Muliaman Hadad, sebagaimana dilansir dari money.kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
Muliaman Hadad menyatakan bahwa minat serius dari para pemodal negeri singa tersebut fokus pada pengembangan ekosistem kelistrikan berbasis matahari.
Target yang ditetapkan ini bukan sekadar angka, melainkan pondasi untuk mengonversi kekayaan alam menjadi tenaga listrik yang berkelanjutan. Indonesia dipandang memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis bagi operasional pembangkit listrik skala besar.
Muliaman Hadad berpendapat bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak berganda bagi pertumbuhan ekonomi domestik melalui penyediaan energi yang lebih bersih.
Proses negosiasi saat ini masih berlangsung intensif untuk memastikan setiap poin kesepakatan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Penggunaan teknologi terkini menjadi salah satu syarat agar proyek ini mampu mencapai efisiensi yang diharapkan.
"Proyek panel surya ini akan menjadi tonggak penting dalam kerja sama strategis antara Danantara dan investor Singapura di sektor energi," kata Muliaman Hadad, dikutip dari money.kompas.com.
Pemerintah terus memberikan ruang bagi masuknya modal global yang selaras dengan visi jangka panjang dekarbonisasi. Dengan suntikan dana sebesar 518,74 triliun rupiah, kapasitas produksi listrik nasional diprediksi akan meningkat pesat dalam 5 tahun ke depan.
Fasilitas infrastruktur yang direncanakan juga mencakup pengembangan sistem penyimpanan daya agar distribusi tetap stabil sepanjang hari. Harapannya, integrasi ini mampu menciptakan harga energi yang lebih kompetitif bagi masyarakat dan pelaku industri.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












