Efisiensi Energi SIG Gunakan RDF dan Panel Surya Tekan Emisi
- Jumat, 24 April 2026
JAKARTA – Strategi efisiensi energi SIG melalui penggunaan RDF dan panel surya terbukti efektif menekan emisi karbon sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.
Langkah berani diambil oleh raksasa industri semen tanah air untuk merombak basis konsumsi bahan bakarnya. Transformasi ini menyasar pada pengurangan jejak karbon yang selama ini menjadi tantangan besar bagi sektor manufaktur berat.
"Penggunaan RDF dan panel surya merupakan bagian dari upaya SIG dalam mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan," ujar Vita Mahreyni, sebagaimana dilansir dari jatimnow.com, Jumat (24/4/2026).
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
Vita Mahreyni menjelaskan bahwa perusahaan kini mulai memanfaatkan sampah perkotaan yang diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara.
Pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah limbah di masyarakat, tetapi juga memberikan kalori yang stabil untuk proses pembakaran semen. Selain itu, pemasangan infrastruktur tenaga surya di area pabrik telah membantu mencukupi kebutuhan listrik secara mandiri dan bersih.
Vita Mahreyni berpendapat bahwa integrasi energi hijau ini menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan operasional di tengah dinamika pasar global.
Secara teknis, penggunaan energi alternatif ini mampu meningkatkan rasio substitusi energi panas perusahaan ke angka yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. 1 strategi ini membawa dampak positif bagi efisiensi biaya serta kredibilitas perusahaan di mata investor berbasis lingkungan.
"Komitmen ini sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan untuk menurunkan intensitas emisi karbon sesuai dengan roadmap dekarbonisasi SIG," kata Vita Mahreyni, dikutip dari jatimnow.com.
Perusahaan mencatat bahwa hingga saat ini ribuan panel surya telah terpasang dan beroperasi di berbagai unit produksi strategis. Penurunan emisi secara signifikan dilaporkan terjadi berkat sinkronisasi antara teknologi pengolahan limbah dan energi matahari tersebut.
Penerapan prinsip ekonomi sirkular ini diharapkan mampu menginspirasi industri lain untuk segera beralih ke pola produksi yang lebih bertanggung jawab. Keberlanjutan lingkungan kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi industri semen untuk tetap eksis di masa depan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












