Strategi Pertamina Kelola Energi Baru Terbarukan di NEF 2026
- Jumat, 24 April 2026
JAKARTA – Pertamina menegaskan kesiapan penuh dalam mengelola sektor energi baru terbarukan saat menghadiri ajang bergengsi Nusantara Energy Forum 2026 di Jakarta.
Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan minyak dan gas milik negara tersebut mulai serius menggeser fokus pada keberlanjutan lingkungan.
"Kami telah menyiapkan peta jalan yang komprehensif untuk memastikan transisi menuju energi baru terbarukan berjalan optimal tanpa mengganggu ketahanan energi nasional," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, seperti dikutip dari nusantaratv.com, Jumat (24/4/2026).
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
Nicke Widyawati menjelaskan bahwa investasi besar telah dialokasikan untuk pengembangan panas bumi dan bioenergi sebagai motor penggerak utama perusahaan ke depan.
Sektor panas bumi dipandang sebagai aset krusial karena Indonesia memiliki cadangan yang melimpah dan stabil untuk menyuplai beban dasar listrik nasional.
Pemanfaatan teknologi terkini juga terus diupayakan guna menekan emisi karbon di seluruh lini operasional perusahaan secara bertahap.
"Pertamina tidak hanya sekadar mengikuti tren global, namun kami memimpin perubahan ini dengan aksi nyata di lapangan," tutur Nicke Widyawati, sebagaimana dilansir dari nusantaratv.com, Jumat (24/4/2026).
Forum tahunan ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk melihat sejauh mana progres nyata yang telah dicapai oleh industri dalam mendukung target net zero emission.
Transformasi ini memerlukan kolaborasi erat antara sektor swasta dan pemerintah agar regulasi yang ada mampu memayungi inovasi teknologi hijau.
Pertamina meyakini bahwa diversifikasi portofolio energi akan memberikan dampak positif bagi ekonomi jangka panjang serta kemandirian energi Indonesia.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












