Stok BBM Papua Tembus 20 Hari Pertamina Jamin Pasokan Aman
- Jumat, 24 April 2026
JAKARTA – Pertamina memastikan ketahanan stok BBM Papua saat ini berada dalam kondisi sangat aman dengan masa operasional yang mampu mencukupi kebutuhan hingga 20 hari.
Kepastian ini muncul sebagai hasil dari upaya penguatan rantai pasok energi di wilayah pelosok nusantara secara berkesinambungan.
"Ketahanan stok untuk wilayah Papua saat ini rata-rata berada di level 20 hari, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan," ujar Komisaris Pertamina, I Gusti Ngurah Wiratmaja Puja, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Baca JugaJemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo untuk Hindari Overkapasitas
I Gusti Ngurah Wiratmaja Puja menyatakan bahwa seluruh sarana dan fasilitas penyimpanan di wilayah tersebut berfungsi optimal dalam mendukung ketersediaan bahan bakar.
Pemanfaatan kapal pengangkut yang terjadwal secara rutin menjadi kunci utama dalam menjaga level stok tetap berada pada angka yang aman bagi konsumen lokal.
Fokus perusahaan saat ini adalah memastikan keandalan distribusi dari terminal bahan bakar minyak hingga ke setiap stasiun pengisian di pedalaman.
"Kami terus berupaya memastikan seluruh infrastruktur distribusi di Papua berjalan tanpa kendala demi pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutur I Gusti Ngurah Wiratmaja Puja, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Keberhasilan menjaga stabilitas stok ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui akses energi yang lebih terjamin dan terjangkau.
Komitmen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya besar dalam mengimplementasikan kebijakan satu harga energi di seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali.
Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga ditingkatkan guna mengantisipasi adanya lonjakan permintaan secara mendadak pada periode tertentu.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












