Jelang Lebaran, Bahlil dan Zulhas Lapor ke Prabowo Pasokan Energi dan Pangan Aman
- Kamis, 05 Maret 2026
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah mulai memastikan berbagai kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan terjaga dengan baik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta untuk mengevaluasi kesiapan sektor energi serta ketersediaan bahan pangan nasional.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait pada Rabu, 4 Maret 2026. Agenda utama dalam pertemuan itu adalah memastikan stok energi dan pangan tetap aman serta harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang puncak aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemerintah menyadari bahwa periode menjelang Idulfitri biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat. Karena itu, pengawasan terhadap pasokan bahan bakar, LPG, serta kebutuhan pokok menjadi perhatian penting agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.
Baca Juga
Rapat Terbatas Bahas Kesiapan Energi dan Pangan
Dalam rapat terbatas yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah untuk memastikan seluruh sektor strategis dalam kondisi siap menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.
Pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari ketersediaan stok hingga kestabilan harga di pasar. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri dengan rasa aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah melaporkan kondisi terkini kepada Presiden. Laporan tersebut mencakup kesiapan sektor energi serta situasi pasokan pangan nasional.
"Baik saya maupun Pak Zul sudah menyampaikan kepada Presiden, dari sektor energi maupun pangan terhadap harga-harga juga masih dalam kondisi yang terjangkau," kata Bahlil usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Presiden Minta Pengawasan Ketat Jelang Lebaran
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh jajaran pemerintah terus memantau perkembangan situasi menjelang Hari Raya Idulfitri. Pengawasan tersebut difokuskan pada sektor energi serta bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah tidak ingin terjadi gangguan pasokan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah.
"Kita harus memantau semua perkembangan yang ada dalam kesiapan lebaran, terutama menyangkut dengan energi, BBM gak boleh ada langka, kemudian LPG, kemudian pangan juga yang tadi Pak Zul," jelasnya.
Arahan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap stabilitas pasokan dan harga menjelang Lebaran. Kondisi ini dianggap penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya konsumsi selama periode tersebut.
Pemerintah Pastikan Stok Energi Terkendali
Dalam rapat itu, sektor energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pemerintah menilai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG harus benar-benar dipastikan aman agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Menjelang Lebaran, kebutuhan energi biasanya meningkat seiring bertambahnya aktivitas transportasi serta kegiatan rumah tangga. Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan pihak terkait terus diperkuat untuk menjaga stabilitas distribusi energi.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dalam jumlah yang cukup. Selain itu, distribusi juga terus diawasi agar tidak terjadi kelangkaan di berbagai daerah.
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan berbagai kegiatan selama Ramadan hingga Lebaran tanpa kendala yang berkaitan dengan ketersediaan energi.
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman
Selain sektor energi, kondisi pasokan pangan nasional juga menjadi perhatian dalam rapat terbatas tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di dalam negeri berada dalam kondisi aman.
Ia menyampaikan bahwa stok pangan, terutama beras sebagai komoditas utama, berada dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga agar tetap terkendali di pasar.
Terkait kemungkinan dampak konflik global terhadap ketersediaan pangan, Zulhas menegaskan bahwa cadangan pangan nasional masih berada pada level yang aman. Kondisi tersebut memberikan jaminan bahwa kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
"Aman, stok aman. Kan kita beras cukup, apa cukup ya. (stok) 4 juta, lebih dari cukup ya," ungkapnya.
Pemerintah berharap kondisi ini dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Dengan pasokan energi dan pangan yang tetap terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Buka Puasa 5 Maret 2026 Pekalongan dan Sekitarnya Lengkap Hari Ini
- Kamis, 05 Maret 2026
Berita Lainnya
Catat Jadwal Libur Maret 2026, Nyepi dan Idul Fitri Ciptakan Libur Panjang
- Kamis, 05 Maret 2026
Pemkab Nagan Raya Terima Bantuan Rp300 Juta untuk Pemulihan Pascabencana Daerah
- Kamis, 05 Maret 2026
Program MBG Ramadhan Dipastikan Tepat Sasaran Termasuk Menjangkau Para Santri
- Kamis, 05 Maret 2026
Jangan Terlambat, Mudik Gratis Lebaran 2026 Jabar Masih Sisa 660 Kursi
- Kamis, 05 Maret 2026
Menko Polkam Pastikan Arus Mudik dan Balik di Yogyakarta Berjalan Aman
- Kamis, 05 Maret 2026












