Ketahanan Energi RI Peringkat Dua Dunia Namun Belum Berkelanjutan
- Selasa, 05 Mei 2026
JAKARTA – Ketahanan Energi RI peringkat dua dunia dinilai memiliki fondasi kuat dalam hal ketersediaan, namun masih menghadapi tantangan besar pada sisi keberlanjutan.
Prestasi mengesankan ini tercatat dalam laporan terbaru World Energy Council yang membedah peta kekuatan energi global.
"Skor Indonesia untuk dimensi ketahanan energi mencapai 78,5 atau berada di posisi kedua dunia setelah Kanada," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Baca JugaPLN Tanamkan Edukasi Energi Bersih Bagi Siswa di Kota Tangerang
Djoko Siswanto menjelaskan bahwa capaian tersebut dipicu oleh kemampuan negara dalam mengelola pasokan sumber daya domestik secara efektif.
Kekuatan utama terletak pada ketersediaan infrastruktur dan diversifikasi sumber daya yang mampu menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Meskipun unggul dalam keamanan pasokan, Indonesia masih memiliki rapor merah pada aspek lingkungan hidup.
Pilar keberlanjutan lingkungan tercatat masih berada di peringkat 143 dari 126 negara yang disurvei.
Ketergantungan terhadap energi fosil seperti batu bara menjadi alasan utama rendahnya skor dalam mitigasi perubahan iklim.
Sektor energi menyumbang emisi karbon yang cukup signifikan sehingga memerlukan langkah transformasi yang lebih agresif.
Pemerintah dituntut untuk segera mempercepat implementasi energi baru terbarukan guna menyeimbangkan indeks tersebut.
Ketahanan yang kuat tanpa keberlanjutan dianggap rapuh untuk menghadapi dinamika ekonomi global di masa depan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












