Menko Polkam Pastikan Arus Mudik dan Balik di Yogyakarta Berjalan Aman
- Kamis, 05 Maret 2026
JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lancar dan aman.
Pemerintah bersama instansi terkait melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik transportasi penting guna melihat kesiapan fasilitas serta pelayanan bagi para pemudik.
Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan akan mengalami lonjakan arus kedatangan pemudik dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat pemerintah pusat maupun daerah meningkatkan koordinasi untuk memastikan semua layanan transportasi berjalan optimal.
Baca Juga
Pemerintah menilai kesiapan bandara, stasiun kereta api, serta berbagai fasilitas transportasi lainnya sangat penting dalam menghadapi mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik. Oleh karena itu, pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan semua aspek pelayanan berjalan sesuai standar.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pelaksanaan arus mudik dan balik di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan dengan lancar dan aman setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik transportasi di wilayah tersebut.
Menko Polkam Tinjau Bandara dan Stasiun di Yogyakarta
Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat, Menko Polkam melakukan pengecekan langsung ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas transportasi udara menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik.
Selain bandara, Djamari juga melakukan pengecekan terhadap layanan transportasi kereta api dengan mengunjungi Stasiun Tugu Yogyakarta. Kedua titik transportasi ini merupakan pintu masuk utama bagi para pemudik yang datang ke wilayah Yogyakarta.
Saat melakukan kunjungan tersebut, Menko Polkam juga memberikan arahan kepada para petugas yang bekerja di sektor transportasi agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan tugas utama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Kita sudah ditakdirkan untuk melayani masyarakat sehingga tidak ada lagi tugas lain selain melayani masyarakat terlebih pada saat sekarang ini,” kata Djamari saat meninjau di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulon Progo, DIY, Rabu sebagaimana keterangan diterima di Jakarta.
Pelayanan Bandara Harus Disiapkan Secara Optimal
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menekankan pentingnya kesiapan pelayanan di bandara selama periode mudik Lebaran. Ia meminta agar seluruh fasilitas dan pelayanan di bandara dipersiapkan secara maksimal guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Menurutnya, jika terdapat maskapai penerbangan yang ingin menambah jam operasional hingga 24 jam untuk melayani kebutuhan masyarakat, hal tersebut perlu difasilitasi dengan baik.
“Hal yang kritis adalah apabila ada satu penerbangan yang delay, maka informasi harus cepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting, terutama ketika terjadi perubahan jadwal penerbangan. Penumpang harus segera mengetahui apakah penerbangan mereka mengalami penundaan atau terdapat perubahan jadwal keberangkatan.
Informasi yang harus diketahui masyarakat, kata dia, terkait kapan pesawat akan diberangkatkan atau apakah ada pengganti penerbangan tersebut.
"Itu masyarakat harus tahu sehingga hubungan kita dengan maskapai penerbangan juga harus terjalin setiap saat, setiap hari, dan mungkin setiap jam," ujarnya.
Petugas Transportasi Diminta Tetap Fokus Melayani
Saat melakukan peninjauan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Menko Polkam juga menyampaikan pesan serupa kepada para petugas yang bekerja di sektor pelayanan transportasi. Ia mengingatkan bahwa para pekerja di bidang pelayanan publik memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
Menurutnya, sudah menjadi konsekuensi bagi para petugas di sektor transportasi untuk tetap bekerja melayani masyarakat, bahkan pada saat hari raya ketika sebagian besar orang merayakan momen bersama keluarga.
Djamari juga mengingatkan pentingnya pengaturan tugas yang baik di antara para petugas agar pelayanan tetap berjalan optimal. Pembagian kerja yang tepat dinilai penting untuk menghindari kelelahan atau kejenuhan yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan.
"Jika itu terjadi maka akan menimbulkan kecelakaan dan itu bisa bergulir menjadi besar, seolah-olah pekerjaan kita yang begitu bagus menjadi tidak berguna hanya karena satu kecelakaan kecil," ungkapnya.
Selain itu, ia juga meminta PT Kereta Api Indonesia untuk terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik selama musim mudik.
"Untuk para petugas, pesan saya sekali-kali jangan bosan, jangan lelah dan jangan jenuh untuk melayani masyarakat kita," pesannya.
Yogyakarta Diprediksi Diserbu Jutaan Pemudik
Sementara itu, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran. Pemerintah daerah memprediksi jumlah pemudik yang masuk ke wilayah tersebut akan sangat besar.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Aria Nugrahadi menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau berbagai kesiapan pelayanan transportasi untuk menghadapi lonjakan kedatangan pemudik.
Ia mengungkapkan bahwa potensi lalu lintas pemudik yang akan masuk ke Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 8 juta traffic per orang. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menuju wilayah tersebut selama masa mudik.
"Tentu kesiapan dan perhatian dari Kemenko Polkam menjadi suatu keyakinan bagi kami untuk bisa menyambut, melayani, dalam rangkaian Lebaran nanti menjadi lebih baik," kata Aria.
Bandara dan KAI Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Penumpang
Pihak pengelola Bandara Internasional Yogyakarta juga telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha mengatakan bahwa posko pelayanan khusus akan dioperasikan untuk mendukung kelancaran aktivitas transportasi.
"Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi tanggal 13 Maret," ujarnya.
Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 11 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 669 personel yang akan bertugas membantu kelancaran pelayanan kepada penumpang.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia juga menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Direktur Operasi PT KAI Awan H. Purwadinata menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan khusus di sejumlah daerah yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh layanan transportasi berjalan dengan aman, lancar, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran berlangsung.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Buka Puasa 5 Maret 2026 Pekalongan dan Sekitarnya Lengkap Hari Ini
- Kamis, 05 Maret 2026
Berita Lainnya
Catat Jadwal Libur Maret 2026, Nyepi dan Idul Fitri Ciptakan Libur Panjang
- Kamis, 05 Maret 2026
Pemkab Nagan Raya Terima Bantuan Rp300 Juta untuk Pemulihan Pascabencana Daerah
- Kamis, 05 Maret 2026
Program MBG Ramadhan Dipastikan Tepat Sasaran Termasuk Menjangkau Para Santri
- Kamis, 05 Maret 2026
Jangan Terlambat, Mudik Gratis Lebaran 2026 Jabar Masih Sisa 660 Kursi
- Kamis, 05 Maret 2026












