Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga Ramadhan dan Lebaran 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 2026, isu ketersediaan dan stabilitas harga pangan kembali menjadi perhatian utama masyarakat.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan pangan strategis tetap terjaga, baik dari sisi stok maupun harga. Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah optimistis pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman bahkan melimpah hingga Lebaran mendatang.
Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa hasil pemantauan terbaru menunjukkan stok pangan strategis nasional berada pada level yang sangat memadai. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadhan serta Idul Fitri dengan tenang.
Baca JugaKetua LPS Buka Suara Soal Masuknya Nama Thomas Djiwandono di Bursa Deputi Gubernur BI
Stok Pangan Nasional Capai Level Tertinggi
Usai melaksanakan rapat koordinasi yang melibatkan pedagang, pengusaha, produsen, Satgas Pangan, Perum Bulog, serta BUMN pangan di Jakarta, Kamis, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional hingga Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
Capaian stok beras ini menjadi indikator kuat bahwa pasokan pangan utama berada dalam kondisi sangat aman. Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas strategis lainnya, termasuk minyak goreng.
Adapun stok minyak goreng yang tersedia di Bulog saat ini mencapai 700 ribu ton. Dengan cadangan tersebut, pemerintah menilai tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga di luar ketentuan yang telah ditetapkan.
Komitmen Tegas Menjaga Harga Sesuai HET
Seiring dengan ketersediaan stok yang mencukupi, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga harga pangan strategis tetap berada di bawah atau sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat sepakat untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan.
“Tidak ada alasan harga naik … Semua unsur terlibat sepakat untuk tidak menjual pangan strategis kita di atas harga eceran tertinggi (HET),” ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan. Satgas Pangan akan diterjunkan untuk melakukan pengawasan, dan penindakan akan dilakukan bila diperlukan terhadap pihak-pihak yang menjual pangan strategis di atas HET.
Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi menjelang momentum konsumsi tinggi seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
Menjaga Keseimbangan Harga Produsen dan Konsumen
Selain fokus pada HET, Amran juga menekankan pentingnya menjaga harga pangan agar tetap sejalan dengan harga pokok penjualan (HPP). Menurutnya, keseimbangan harga ini diperlukan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh pihak, baik produsen, pedagang, maupun konsumen.
Ia mencontohkan kondisi harga ayam yang saat ini justru berada di bawah HPP. “Harga ayam justru di bawah HPP tadi. Itu hanya Rp22–23 ribu per kilogram padahal HPP-nya Rp25 ribu. Naik ini harus naik. Insya Allah di Ramadhan (harganya) naik,” ujar dia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga tidak selalu berarti menekan harga serendah mungkin, tetapi memastikan harga berada pada level wajar yang tetap memberikan keberlanjutan bagi pelaku usaha sekaligus terjangkau bagi masyarakat.
Optimisme Stabilitas Harga Jelang Hari Besar Keagamaan
Dengan stok pangan yang melimpah dan pengawasan harga yang diperketat, Amran optimistis masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan kondisi harga pangan yang stabil.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat, BUMN pangan, pelaku usaha, serta aparat pengawasan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mencegah gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Optimisme ini juga diperkuat dengan tren harga sejumlah komoditas pangan yang saat ini terpantau mengalami penurunan.
Harga Sejumlah Komoditas Terpantau Turun
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pada Kamis pukul 09.00 WIB, harga beberapa komoditas pangan utama menunjukkan tren penurunan.
Harga daging ayam ras tercatat berada di level Rp38.797 per kilogram. Telur ayam ras berada pada rata-rata Rp30.648 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan tercatat Rp20.895 per liter.
Untuk komoditas beras, harga beras premium berada di kisaran Rp15.527 per kilogram, beras medium Rp13.330 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.398 per kilogram.
Data tersebut mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil dan terkendali. Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus terjaga hingga Ramadhan dan Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga pangan.
Dengan kesiapan stok, komitmen pengawasan harga, serta koordinasi lintas sektor, pemerintah menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional berada pada jalur yang aman. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian dan rasa tenang bagi masyarakat dalam menghadapi momentum konsumsi besar di awal tahun 2026.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Becak Listrik Bantuan Prabowo Akan Difungsikan Sebagai Transportasi Wisata Surabaya
- Jumat, 23 Januari 2026
Mensesneg Pastikan Enam Proyek Hilirisasi Pemerintah Mulai Jalan Akhir Januari 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
Kerja Sama Maritim RI–Inggris Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Produksi Perikanan
- Jumat, 23 Januari 2026
Ketua LPS Buka Suara Soal Masuknya Nama Thomas Djiwandono di Bursa Deputi Gubernur BI
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Bank Indonesia Bidik Implementasi QRIS di China dan Korea Selatan pada Q1 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
BI Tegaskan Reformasi Sistem Pembayaran Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Digital
- Jumat, 23 Januari 2026
Kemendag Pastikan Harga Minyakita Turun Sebelum Ramadhan, Target Akhir Januari 2026
- Jumat, 23 Januari 2026













