Jumat, 23 Januari 2026

Kerja Sama Maritim RI–Inggris Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Produksi Perikanan

Kerja Sama Maritim RI–Inggris Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Produksi Perikanan
Kerja Sama Maritim RI–Inggris Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Produksi Perikanan

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional guna memaksimalkan potensi kelautan nasional. Salah satu langkah strategis yang tengah didorong adalah kolaborasi antara Indonesia dan Inggris di sektor maritim. 

Kerja sama ini difokuskan pada pembangunan kapal tangkap ikan serta pengembangan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan berbasis laut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sektor maritim menjadi perhatian penting pemerintah, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas. Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap potensi kelautan yang besar tersebut dapat dikelola secara optimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Baca Juga

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia

Kerja Sama Maritim yang Dirintis Sejak Lama

Prasetyo menjelaskan bahwa rencana kerja sama Indonesia dan Inggris di bidang maritim sebenarnya telah dibahas sejak lama. Pembahasan tersebut berlangsung jauh sebelum pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pangeran Charles di Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026. Pertemuan itu kemudian menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kedua negara dalam merealisasikan kolaborasi strategis tersebut.

"Jadi, kita ingin betul-betul meningkatkan potensi laut kita, yang itu tentu saja nanti kita berharap akan meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak langsung, terutama bagi nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung sektor perikanan nasional.

Potensi Kelautan Indonesia sebagai Kekuatan Utama

Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan karakter Indonesia sebagai negara maritim. Sekitar tiga perempat wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Pemerintah menilai bahwa potensi laut Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan negara mitra seperti Inggris diharapkan mampu menghadirkan teknologi, manajemen, dan dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

"Kita ingin mengejar peningkatan produksi protein kita yang berbasis ikan dari laut kita. Karena asupan protein kita dari sisi ikan itu masih cukup rendah. Jadi, ini adalah sebuah kerja sama yang betul-betul sangat strategis begitu," terangnya.

Dengan meningkatnya produksi perikanan, pemerintah berharap konsumsi protein berbasis ikan di dalam negeri juga ikut meningkat, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas di masa depan.

Pembangunan Kapal Tangkap Ikan Berdaya Saing

Salah satu fokus utama kerja sama RI–Inggris di sektor maritim adalah pembangunan kapal tangkap ikan. Kapal-kapal ini dirancang untuk memiliki kapasitas dan teknologi yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan secara signifikan.

Pemerintah memandang modernisasi armada kapal nelayan sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja di laut. Dengan kapal yang lebih besar dan berteknologi lebih baik, nelayan diharapkan mampu menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas serta membawa hasil yang lebih optimal.

Prasetyo menilai bahwa pembangunan kapal ini tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hasil tangkapan yang lebih besar dan berkualitas akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan nasional.

Pengembangan Kampung Nelayan Terpadu di Berbagai Daerah

Selain pembangunan kapal, kerja sama ini juga mencakup dukungan terhadap program pengembangan kampung nelayan di Indonesia. Saat ini, pemerintah tengah membangun sekitar 100 kampung nelayan di berbagai wilayah, yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Program kampung nelayan ini dirancang secara terpadu dan modern. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pemukiman, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung seperti dermaga, tempat penyimpanan ikan atau cold storage, hingga penyediaan kapal dengan tonase yang lebih besar.

Kemudian di kawasan tersebut juga disiapkan kapal-kapal yang memang menjadi bagian dari program kampung nelayan, dengan harapan kapal tersebut mampu menghasilkan tangkapan dengan tonase lebih besar.

"Termasuk SPBU-SPBU-nya yang berada dalam satu kawasan itu. Jadi, kita berharap dengan ini pendapatan para nelayan kita meningkat, hasil tangkapan juga meningkat," ujar Prasetyo.

Dengan konsep terpadu ini, nelayan tidak hanya memperoleh fasilitas melaut yang lebih baik, tetapi juga kemudahan dalam distribusi hasil tangkapan serta akses terhadap kebutuhan operasional.

Harapan Peningkatan Pendapatan dan Ketahanan Pangan

Prasetyo berharap integrasi antara kerja sama pembangunan kapal bersama Inggris dan pengembangan kampung nelayan dapat memberikan hasil maksimal. Sinergi kedua program tersebut diyakini mampu meningkatkan hasil tangkapan, memperbaiki pendapatan nelayan, serta mendukung pemenuhan kebutuhan nelayan secara berkelanjutan.

Lebih dari itu, pemerintah melihat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis protein ikan. Dengan produksi perikanan yang meningkat dan kesejahteraan nelayan yang lebih baik, sektor maritim diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Melalui kerja sama RI–Inggris ini, pemerintah optimistis potensi kelautan Indonesia dapat dikelola secara lebih modern, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di seluruh penjuru tanah air.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perpres AI Ditargetkan Rampung, Pemerintah Siapkan Arah dan Etika Nasional

Perpres AI Ditargetkan Rampung, Pemerintah Siapkan Arah dan Etika Nasional

Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen

Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen

Update Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026, Cabai Rawit dan Daging Terpantau Kembali Naik

Update Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026, Cabai Rawit dan Daging Terpantau Kembali Naik

Mendagri Tinjau Perbaikan Jembatan Pascabencana di Bireuen Aceh untuk Percepat Pemulihan Infrastruktur

Mendagri Tinjau Perbaikan Jembatan Pascabencana di Bireuen Aceh untuk Percepat Pemulihan Infrastruktur

Becak Listrik Bantuan Prabowo Akan Difungsikan Sebagai Transportasi Wisata Surabaya

Becak Listrik Bantuan Prabowo Akan Difungsikan Sebagai Transportasi Wisata Surabaya