Rabu, 21 Januari 2026

Dampak Program MBG Terasa di Daerah, Aktivitas Belajar Siswa Meningkat

Dampak Program MBG Terasa di Daerah, Aktivitas Belajar Siswa Meningkat
Dampak Program MBG Terasa di Daerah, Aktivitas Belajar Siswa Meningkat

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. 

Tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan pangan, program ini dinilai membawa perubahan positif terhadap kondisi fisik dan semangat belajar siswa. Anak-anak yang sebelumnya rentan kelelahan kini terlihat lebih bugar, aktif, dan konsisten mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa perubahan tersebut menjadi salah satu indikator awal keberhasilan MBG dalam mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, asupan gizi yang lebih terjaga berkontribusi langsung pada daya tahan tubuh dan konsentrasi anak selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

Pemerataan Pendidikan, Tiga Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Kepri Beroperasi

“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka kelihatannya lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya kelihatan lebih kuat dan jarang sakit,” kata Dadan.

Perubahan Perilaku Siswa Mulai Terlihat di Sekolah

Dadan menuturkan bahwa laporan dari berbagai daerah menunjukkan perubahan perilaku siswa yang cukup signifikan. Anak-anak menjadi lebih berenergi saat mengikuti pelajaran, tidak mudah mengantuk, serta lebih aktif berinteraksi di kelas maupun saat kegiatan fisik di luar ruang.

Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi memiliki korelasi langsung dengan kemampuan belajar. Asupan makanan bergizi tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mendukung perkembangan otak, konsentrasi, dan daya ingat siswa.

Menurut Dadan, efek positif MBG tidak hanya dirasakan oleh anak sekolah, tetapi juga oleh kelompok penerima manfaat lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan kondisi tubuh yang lebih sehat, proses tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal sejak awal kehidupan.

Jangkauan Program MBG Terus Diperluas

BGN mencatat bahwa hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia pendidikan formal mulai dari PAUD hingga SMA.

Cakupan yang luas ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan program. Namun demikian, Dadan menegaskan bahwa komitmen pemerintah adalah memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dari manfaat program tersebut.

Pemerataan layanan dari Sabang hingga Merauke menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan MBG. BGN terus berupaya agar standar gizi dan distribusi makanan tetap terjaga, meski menghadapi tantangan geografis dan logistik di berbagai wilayah.

Peran Orang Tua Jadi Kunci Keberlanjutan Program

Meski dampak MBG mulai terasa, Dadan menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang program ini sangat bergantung pada peran orang tua di rumah. Ia menilai masih banyak orang tua yang belum memahami kebutuhan gizi seimbang bagi anak, sehingga pola makan di luar program sekolah belum sepenuhnya mendukung tujuan MBG.

“Seringkali orang tua melihat yang penting anak asal makan dan mengikuti maunya anak, misal mau makan mi dengan nasi, itu sebetulnya energi, tetapi kan komposisinya tidak cukup untuk tumbuh dengan baik. Pemerintah perlu memperluas edukasi terkait pemahaman masyarakat secara umum apa yang harus dikonsumsi anak-anak ketika tumbuh,” paparnya.

Menurutnya, tanpa pemahaman yang memadai dari keluarga, manfaat MBG berisiko tidak optimal. Program di sekolah hanya mencakup sebagian waktu anak, sementara pola makan di rumah tetap menjadi faktor dominan dalam pemenuhan gizi harian.

Pentingnya Gizi Seimbang dalam Satu Kali Makan

Dadan menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang perlu dipahami secara sederhana oleh masyarakat. Dalam satu kali makan, anak seharusnya mendapatkan kombinasi sumber energi, protein, lemak, dan serat agar angka kecukupan gizi (AKG) dapat terpenuhi.

Komposisi tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta sistem imun anak. Tanpa keseimbangan nutrisi, anak berisiko mengalami gangguan kesehatan maupun hambatan belajar meski kebutuhan kalori tercukupi.

BGN, kata Dadan, terus berupaya menyampaikan pesan ini melalui berbagai kanal edukasi agar masyarakat tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membangun kesadaran mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Komitmen Pemerintah Perluas Pemahaman Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, pemerintah berkomitmen menjalankan MBG secara efektif dan efisien dengan cakupan nasional yang inklusif. Prinsip “no one left behind” menjadi landasan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat program ini.

“Kita ingin melakukan yang terbaik menggunakan anggaran yang se-efektif mungkin, dan menjangkau dari Sabang-Merauke, sehingga no one left behind. Kita ingin semua dicakup oleh kita, tidak ada yang kita tinggalkan. Kita juga terus berusaha membuat satu program yang dapat dipahami oleh masyarakat, bagaimana mereka bisa memahami program MBG ini,” tuturnya.

Ke depan, BGN berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat memperkuat dampak MBG. Dengan pemahaman gizi yang semakin baik, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menko PM Nilai Pesantren Inovatif, Namun Butuh Penguatan Transformasi Berkelanjutan

Menko PM Nilai Pesantren Inovatif, Namun Butuh Penguatan Transformasi Berkelanjutan

DKI Jakarta Perluas Program Sekolah Swasta Gratis, Kini Menjangkau 100 Sekolah

DKI Jakarta Perluas Program Sekolah Swasta Gratis, Kini Menjangkau 100 Sekolah

Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target, Kunjungan Wisman dan Devisa Menguat

Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target, Kunjungan Wisman dan Devisa Menguat

Pekan Gizi Nasional Jadi Momentum BGN Dorong Keluarga Pahami Gizi Seimbang

Pekan Gizi Nasional Jadi Momentum BGN Dorong Keluarga Pahami Gizi Seimbang

Rencana Pembentukan BUMN Tekstil, Pemerintah Siapkan Strategi Perkuat Industri Nasional

Rencana Pembentukan BUMN Tekstil, Pemerintah Siapkan Strategi Perkuat Industri Nasional