Penjualan Mobil Listrik Indonesia Melonjak Pesat dalam Lima Tahun Terakhir
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir, lanskap industri otomotif Indonesia mengalami perubahan signifikan seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik.
Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) kini tak lagi sekadar produk alternatif, melainkan mulai menjadi bagian penting dari pasar kendaraan nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Tanah Air tumbuh secara eksponensial sepanjang periode 2021 hingga 2025.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah berbagai dinamika, mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi, masuknya banyak pemain baru, hingga hadirnya kebijakan insentif fiskal yang mendorong minat konsumen. Perubahan preferensi masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan turut memperkuat tren pertumbuhan ini.
Baca JugaHarga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp55.000, Telur Rp31.950
Awal Pertumbuhan di Tengah Tekanan Pandemi
Pada 2021, penjualan mobil listrik di Indonesia masih tergolong sangat terbatas. Berdasarkan data Gaikindo yang dihimpun Bisnis, total penjualan BEV pada tahun tersebut hanya mencapai 687 unit. Angka ini setara dengan sekitar 0,07% dari total wholesales kendaraan nasional yang mencapai 887.202 unit.
Rendahnya penjualan pada periode tersebut tidak terlepas dari kondisi industri otomotif yang masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Pembatasan mobilitas, pelemahan daya beli masyarakat, serta ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli kendaraan baru, termasuk mobil listrik yang saat itu masih dipandang sebagai produk premium.
Meski demikian, tahun 2021 menjadi titik awal penting bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang lebih agresif di tahun-tahun berikutnya.
Lonjakan Penjualan Seiring Wacana dan Implementasi Insentif
Memasuki 2022, pasar mobil listrik Indonesia mulai menunjukkan perubahan signifikan. Penjualan BEV melonjak tajam menjadi 10.327 unit atau sekitar 0,98% dari total wholesales nasional sebesar 1.048.040 unit. Kenaikan ini didorong oleh mulai bergulirnya wacana insentif pemerintah untuk kendaraan listrik berbasis baterai.
Pada periode tersebut, minat konsumen meningkat seiring hadirnya model-model rakitan lokal yang lebih kompetitif dari sisi harga dan spesifikasi. Sejumlah produk seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV mencatatkan penjualan relatif tinggi dan menjadi kontributor utama pertumbuhan pasar mobil listrik nasional.
Dorongan kebijakan semakin kuat setelah pemerintah resmi memberlakukan insentif mobil listrik pada 1 April 2023 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023. Regulasi ini menjadi landasan fiskal penting bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Melalui kebijakan tersebut, mobil listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40% berhak mendapatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Dengan skema ini, konsumen hanya dikenakan PPN sebesar 1%, mengingat tarif PPN saat itu berada di level 11%.
Penetrasi Pasar Makin Dalam pada 2023 dan 2024
Implementasi insentif pemerintah berdampak langsung terhadap kinerja penjualan mobil listrik. Sepanjang 2023, penjualan BEV nasional tercatat meningkat menjadi 17.051 unit atau sekitar 1,69% dari total wholesales kendaraan sebesar 1.005.802 unit.
Tren pertumbuhan berlanjut lebih agresif pada 2024. Pada tahun tersebut, penjualan mobil listrik melonjak signifikan hingga mencapai 43.188 unit, setara dengan 4,98% dari total wholesales nasional yang berjumlah 865.723 unit. Angka ini mencerminkan semakin kuatnya penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif Indonesia.
Peningkatan tersebut juga didorong oleh semakin luasnya pilihan model dan merek yang tersedia di pasar, sehingga konsumen memiliki lebih banyak alternatif sesuai kebutuhan dan daya beli.
Ledakan Penjualan dan Tantangan Menuju 2026
Puncak pertumbuhan terjadi pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, total penjualan wholesales mobil listrik murni di Indonesia mencapai 103.931 unit. Angka ini melonjak 140,64% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan capaian 2024. Kontribusi mobil listrik terhadap total wholesales nasional pun meningkat tajam menjadi 12,93% dari total penjualan kendaraan sebesar 803.687 unit.
Lonjakan ini didorong oleh masuknya semakin banyak merek dan model baru ke pasar domestik. Selain pemain yang lebih dulu hadir seperti BYD, Wuling, dan Chery, sejumlah pendatang baru turut meramaikan persaingan, di antaranya VinFast asal Vietnam, Polytron milik Grup Djarum, serta Jaecoo yang berada di bawah naungan Grup Chery.
Di sisi kebijakan, pemerintah menegaskan bahwa skema impor utuh atau completely built-up (CBU) untuk kendaraan listrik murni hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio 1:1 sesuai peta jalan TKDN.
Jika pabrikan tidak memenuhi komitmen tersebut, maka berpotensi dikenai sanksi berupa pencairan bank garansi. Sejauh ini, beberapa produsen mobil listrik telah menerima insentif impor, di antaranya BYD, Geely, VinFast, serta PT National Assembler yang menaungi merek Citroen, Aion, Maxus, dan VW.
Dengan capaian penjualan yang terus meningkat, industri mobil listrik Indonesia kini memasuki fase baru. Tantangan ke depan tidak hanya soal volume penjualan, tetapi juga kesiapan industri dalam memenuhi kewajiban produksi lokal dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KEEN Raih Kontrak PLTS Tobelo Rp423 Miliar, Perkuat Energi Terbarukan
- Selasa, 20 Januari 2026
Darma Henwa Perkuat Bisnis Tambang lewat Perpanjangan Kontrak Arutmin
- Selasa, 20 Januari 2026
Ciputra Life Optimistis Asuransi Kesehatan Tumbuh Kuat Sepanjang 2026
- Selasa, 20 Januari 2026
Pemerintah Alokasikan Rp667 Miliar Pulihkan Jalan Malalak Pasca Bencana Sumbar
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Indonesia dan Jepang Perkuat Perdagangan Lewat Temu Bisnis Strategis Bersama
- Selasa, 20 Januari 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Selasa, 20 Januari 2026 di Seluruh Indonesia
- Selasa, 20 Januari 2026
AirAsia Perluas Penerbangan Domestik 2026 Fokus Konektivitas Indonesia Timur
- Selasa, 20 Januari 2026













_(2).jpg)