Selasa, 20 Januari 2026

Tinjau Lokasi Banjir Karawang, Gibran Tekankan Prioritas Kesehatan Warga Terdampak

Tinjau Lokasi Banjir Karawang, Gibran Tekankan Prioritas Kesehatan Warga Terdampak
Tinjau Lokasi Banjir Karawang, Gibran Tekankan Prioritas Kesehatan Warga Terdampak

JAKARTA - Penanganan banjir di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming turun langsung ke wilayah terdampak banjir di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, Gibran menekankan bahwa aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir.

Pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada jajaran pemerintah daerah yang mendampingi Wapres selama peninjauan. Wakil Bupati Karawang Maslani mengatakan, perhatian khusus Wapres tertuju pada kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak bencana.

“Pak Wapres menekankan agar pelayanan kesehatan benar-benar diprioritaskan, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas,” kata Maslani, Senin, sebagaimana disampaikan melalui Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta.

Baca Juga

Pemerintah Alokasikan Rp667 Miliar Pulihkan Jalan Malalak Pasca Bencana Sumbar

Menyapa Pengungsi dan Menyerap Aspirasi Langsung

Dalam agenda kunjungan tersebut, Wapres Gibran menyambangi tiga lokasi posko pengungsian yang menjadi tempat penampungan sementara warga terdampak banjir. Ketiga posko itu yakni Posko DTA Al-Furqon, Posko Masjid Al-Furqon, serta Posko Aula Kelurahan Tanjungpura.

Di setiap posko, Wapres berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar kondisi yang mereka alami selama berada di pengungsian. Ia juga menanyakan berbagai kebutuhan mendesak yang masih diperlukan, mulai dari layanan kesehatan, logistik, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Interaksi langsung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penanganan bencana tidak hanya berbasis laporan administratif, tetapi juga berdasarkan kebutuhan riil warga di lapangan. Kehadiran Wapres di tengah pengungsi diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Pendataan Kebutuhan dan Percepatan Penanganan Darurat

Selain menyoroti pentingnya layanan kesehatan, Wapres Gibran juga meminta pemerintah daerah agar segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kebutuhan para pengungsi. Menurut Maslani, instruksi tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabanjir.

“Insya Allah akan kami rekap, mulai dari rumah yang rubuh, kebutuhan WC portable hingga kekurangan logistik lain yang dibutuhkan para pengungsi,” ujarnya.

Maslani menambahkan, pemerintah pusat juga akan turut membantu dalam penyediaan berbagai kebutuhan tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban pemerintah daerah serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

Pendataan yang akurat dan cepat dinilai menjadi kunci agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, proses penanganan darurat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana

Dalam keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, disebutkan bahwa kehadiran Wapres Gibran di tengah masyarakat terdampak banjir merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan bencana berjalan secara cepat dan tepat.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan bencana harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan dan keselamatan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial serta meningkatkan respons pemerintah terhadap situasi darurat.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penanganan bencana yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga hingga tahap pemulihan dan rekonstruksi.

Ribuan Warga Terdampak Banjir Karawang

Sebagai informasi, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi tersebut mengakibatkan genangan air di permukiman warga dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, sebanyak 4.304 kepala keluarga atau sekitar 14.000 jiwa terdampak banjir di 12 kecamatan. Angka ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar dan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak.

Sebelumnya, Wapres Gibran juga telah mengunjungi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Bekasi. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian respons pemerintah terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui kunjungan langsung ke lokasi terdampak, pemerintah berharap dapat memastikan bahwa penanganan bencana berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu meminimalkan dampak lanjutan bagi warga yang terdampak banjir.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Pergerakan Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Bawang Cabai Naik, Daging Turun

Update Pergerakan Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Bawang Cabai Naik, Daging Turun

BKKBN Perketat Pengawasan Distribusi MBG bagi Ibu Hamil dan Balita untuk Cegah KLB

BKKBN Perketat Pengawasan Distribusi MBG bagi Ibu Hamil dan Balita untuk Cegah KLB

Keamanan Siber Jadi Tulang Punggung Negara Menurut Menko Polkam

Keamanan Siber Jadi Tulang Punggung Negara Menurut Menko Polkam

Indonesia dan Inggris Resmi Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bersama

Indonesia dan Inggris Resmi Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bersama

TNI Percepat Perbaikan Jembatan Rusak Pascabencana Banjir di Aceh

TNI Percepat Perbaikan Jembatan Rusak Pascabencana Banjir di Aceh