Kementrans Luncurkan Beasiswa Patriot bagi 1.100 Mahasiswa Tujuh Kampus Negeri
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Upaya mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi memasuki babak baru.
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mempersiapkan peluncuran program Beasiswa Patriot, sebuah skema beasiswa nasional yang ditujukan bagi mahasiswa terpilih dari sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Program ini dirancang untuk menjaring sekitar 1.000 hingga 1.100 peserta pada tahap awal pelaksanaannya.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa Beasiswa Patriot akan melibatkan tujuh universitas negeri nasional sebagai mitra utama. Ketujuh perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Baca JugaHarga Pangan Hari Ini 19 Januari 2026Terpantau Stabil, Telur Ayam Ras Naik Tipis
Program ini direncanakan akan diluncurkan secara perdana pada bulan depan, dengan tujuan utama mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, visi karier, serta komitmen untuk berkontribusi pada pengembangan kawasan transmigrasi.
“Kami ingin betul-betul mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat unggul, bukan lagi SDM yang unggul, tetapi yang sangat unggul,” kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta.
Menurut Iftitah, kehadiran Beasiswa Patriot merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementrans dalam membangun fondasi sumber daya manusia berkualitas tinggi. SDM tersebut diharapkan mampu menjadi motor perubahan di wilayah transmigrasi, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pengembangan potensi daerah.
Saat ini, Kementrans masih melakukan pembahasan intensif terkait mekanisme dan tahapan seleksi penerima beasiswa. Berdasarkan pembahasan awal, calon peserta diwajibkan terlebih dahulu diterima sebagai mahasiswa di salah satu dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra sebelum mengikuti seleksi lanjutan.
“Baru setelah itu ada tes pusatnya. Nah, tes pusatnya ini kami akan dalami secara psikologinya (dari masing-masing pendaftar),” ujarnya.
Selain seleksi akademik dan psikologis, Kementrans juga akan menilai secara mendalam peta jalan (roadmap) yang disusun oleh para calon penerima beasiswa. Roadmap tersebut mencakup rencana pendidikan, visi karier, hingga kontribusi yang akan diberikan peserta setelah menyelesaikan studi.
“Termasuk kami akan perhatikan roadmap-nya yang bersangkutan (calon peserta), juga path career-nya itu seperti apa ke depannya. Jadi, kami ingin mendapatkan sumber daya manusia yang betul-betul nanti bisa diharapkan ikut memberikan perubahan yang lebih baik (bagi masyarakat transmigran),” kata Iftitah.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa Beasiswa Patriot tidak hanya menjadi bantuan pendidikan semata, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan agen pembangunan yang memiliki arah dan tujuan jelas.
Menariknya, para penerima Beasiswa Patriot nantinya tidak akan menempuh pendidikan di kampus asal masing-masing, melainkan di tiga Kampus Patriot yang saat ini sedang dibangun oleh Kementerian Transmigrasi. Ketiga kampus tersebut berlokasi di Batam (Kepulauan Riau), Mamuju (Sulawesi Barat), dan Merauke (Papua Selatan).
Pemilihan lokasi Kampus Patriot tersebut didasarkan pada potensi ekonomi strategis masing-masing wilayah. Menurut Iftitah, Batam memiliki keunggulan di sektor industri, perikanan, dan kelautan. Sementara itu, Mamuju dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri logam tanah jarang (rare-earth metals) serta sektor pertanian.
Adapun Merauke diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, sejalan dengan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Melalui konsep Kampus Patriot, Kementrans berharap proses pendidikan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan potensi dan tantangan nyata di wilayah transmigrasi.
Saat ini, Kementrans tengah mempercepat pembahasan detail teknis pelaksanaan program Beasiswa Patriot, termasuk penentuan program studi, bentuk insentif yang diberikan, serta persyaratan administrasi dan akademik yang harus dipenuhi peserta.
“Nanti akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, insentif, juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, kemudian juga nanti langkah-langkah selanjutnya, yang pasti akan kami launching (luncurkan) pada bulan depan, Insyaallah,” pungkas Iftitah.
Dengan peluncuran Beasiswa Patriot, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama pengembangan kawasan transmigrasi, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 5 Tempat Seafood di Kelapa Gading yang Selalu Ramai Antrean
- Senin, 19 Januari 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Senin 19 Januari 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Tarif Listrik 19–25 Januari 2026 Masih Tetap, Beli Token Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh?
- Senin, 19 Januari 2026
Kemenekraf Gandeng KOCCA Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia Global
- Senin, 19 Januari 2026













