Rabu, 04 Maret 2026

Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Sembako untuk 316 KK Terdampak Banjir

Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Sembako untuk 316 KK Terdampak Banjir
Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Sembako untuk 316 KK Terdampak Banjir

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyalurkan bantuan sembako kepada 316 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap warganya yang mengalami kesulitan akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyatakan bahwa bantuan tersebut disalurkan kepada warga di tiga kelurahan yang terdampak, yakni Kelurahan Pondambea dan Kadia di Kecamatan Kadia, serta Kelurahan Wua-wua di Kecamatan Wua-wua.

Rincian Bantuan untuk Warga Terdampak
 

Siska menjelaskan bahwa dari 316 KK penerima bantuan, Kelurahan Pondambea mencatat 97 KK terdampak, Kelurahan Kadia 77 KK, dan Kelurahan Wua-wua menjadi yang terbanyak dengan 142 KK.

Baca Juga

Update Harga Tiket Bus Mudik Lebaran 2026, Cek Tarif Sinar Jaya, Gunung Harta, Rosalia Indah, dan Haryanto

Bantuan sembako yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, mi instan, serta beberapa barang kebutuhan lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Bantuan ini adalah bentuk perhatian dari Pemkot Kendari terhadap masyarakat yang terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi di wilayah kita,” tambah Siska.
 

Upaya Pemkot Kendari dalam Menanggulangi Banjir
 

Selain memberikan bantuan, Siska juga menegaskan bahwa Pemkot Kendari terus berupaya mencari solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di Kota Kendari. Salah satu langkah yang tengah disusun adalah perencanaan normalisasi kali serta pembangunan infrastruktur baru guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Kami sedang menyusun perencanaan, apakah akan dilakukan normalisasi kali atau pembangunan infrastruktur baru sebagai langkah penanggulangan banjir,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Siska juga mengajak seluruh masyarakat Kota Kendari untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Pasalnya, salah satu faktor utama penyebab banjir di wilayah ini adalah penyumbatan saluran air akibat sampah yang menumpuk.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, karena salah satu penyebab utama banjir adalah sampah yang menyumbat saluran air,” tegasnya.
 

Respons Warga dan Dampak Normalisasi Kali
 

Kepala Kelurahan Wua-wua, Bastian Tayep, menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Kendari atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Menurutnya, bantuan sembako ini sangat bermanfaat bagi warga yang mengalami kesulitan akibat banjir.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, warga kami merasa sangat terbantu,” ucap Bastian.

Ia juga mengungkapkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mengalami penurunan signifikan. Jika pada tahun lalu terdapat 230 KK yang terdampak banjir, maka tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 142 KK.

“Jumlah warga terdampak banjir tahun ini mengalami penurunan karena sudah dilakukan normalisasi di sepanjang kali sepanjang kurang lebih 800 meter. Ini sangat membantu dalam meminimalisir dampak banjir,” jelasnya.
 

Langkah Ke Depan dalam Mitigasi Banjir
 

Dengan adanya bantuan dan rencana penanganan jangka panjang, Pemkot Kendari berharap dapat mengurangi dampak banjir yang terus terjadi di kota ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatasi permasalahan ini, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun upaya pencegahan melalui pembangunan infrastruktur.

“Kami akan terus bekerja keras untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi banjir di Kota Kendari. Semoga langkah-langkah yang kami ambil bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Siska Karina Imran.

Dengan adanya kepedulian dari Pemkot Kendari serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan permasalahan banjir di Kota Kendari dapat ditekan seminimal mungkin sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi warga setempat.

David

David

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemendag Ungkap Harga Bawang Putih Nasional Mulai Turun pada Maret 2026

Kemendag Ungkap Harga Bawang Putih Nasional Mulai Turun pada Maret 2026

TNI Rampungkan Jembatan Bailey 33 Meter Penghubung Dua Desa di Nias Selatan

TNI Rampungkan Jembatan Bailey 33 Meter Penghubung Dua Desa di Nias Selatan

Baznas Salurkan 200 Paket Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Banjir Rob di Bekasi

Baznas Salurkan 200 Paket Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Banjir Rob di Bekasi

AQUA Bagikan 100 Ribu Air Mineral dan Takjil untuk Jamaah Masjid Istiqlal Saat Ramadhan

AQUA Bagikan 100 Ribu Air Mineral dan Takjil untuk Jamaah Masjid Istiqlal Saat Ramadhan

BMKG Prakirakan Hujan Hari Ini Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Prakirakan Hujan Hari Ini Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem