Kemenkes Gencarkan Kampanye GIATKAN, Upaya Serius Indonesia untuk Akhiri TBC
- Senin, 03 Maret 2025
JAKARTA - Dalam usaha keras mengakhiri ancaman penyakit tuberkulosis (TBC) di tanah air, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia meluncurkan kampanye ambisius yang diberi nama Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata (GIATKAN). Kampanye ini tidak hanya ditujukan untuk profesional kesehatan, melainkan juga melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong kesadaran dan tindakan nyata dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor, Kunci Sukses Eliminasi TBC
Yudhi Pramono, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, menegaskan pentingnya pendekatan kolektif dalam mengatasi penyakit ini. "Upaya eliminasi TBC harus melibatkan semua elemen masyarakat, bukan hanya tenaga kesehatan. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta dukungan sosial kepada pasien, kita bisa mengakhiri TBC di Indonesia," ujar Yudhi.
Menurut Yudhi, strategi yang efektif membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang melibatkan berbagai unsur, dari deteksi dini hingga dukungan sosial bagi pasien. Oleh karena itu, kampanye GIATKAN hadir untuk memfasilitasi koordinasi ini dengan lebih efisien.
Momentum Hari Tuberkulosis Sedunia untuk Perkuat Komitmen Nasional
Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang jatuh pada 24 Maret setiap tahunnya menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen nasional dalam mengeliminasi TBC. “Peringatan HTBS adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen kita dalam melawan TBC. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin penting untuk mengatasi masalah ini secara bersama-sama," ujar Yudhi.
Pemerintah berupaya keras menggenjot partisipasi publik dalam kampanye GIATKAN dengan memanfaatkan berbagai saluran media sosial. Melalui tagar #GIATKAN2025 dan #YesWeCanEndTB, masyarakat diharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran bersama.
Edukasi dan Mobilisasi untuk Deteksi Dini TBC
Dalam rangkaian kampanye ini, Kemenkes bekerja erat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengadakan kegiatan edukasi di tingkat nasional dan daerah. Selain itu, mobilisasi untuk deteksi dini TBC serta integrasi layanan pencegahan dan pengobatan diprioritaskan demi memastikan semua lapisan masyarakat mendapatkan akses yang setara terhadap fasilitas kesehatan di seluruh penjuru negeri.
"Selain kampanye melalui media sosial, kami juga mengadakan berbagai kegiatan edukasi di tingkat nasional dan daerah, termasuk mobilisasi deteksi dini TBC dan integrasi layanan pencegahan serta pengobatan di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia," tambah Yudhi.
Dukung Regulasi, Hapus Stigma Terhadap Penderita TBC
Kampanye GIATKAN tidak hanya mendukung langkah-langkah preventif dan kuratif, tetapi juga selaras dengan kebijakan yang sudah ada, yakni Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Kebijakan ini menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menyelesaikan permasalahan TBC dengan efektif.
Yudhi juga menyoroti pentingnya edukasi intensif untuk menghapus stigma terhadap penderita TBC di masyarakat. "Kami ingin menghilangkan stigma terhadap penderita TBC melalui edukasi yang intensif, baik di kalangan keluarga maupun masyarakat luas, serta memastikan pengobatan pasien sampai tuntas," tandasnya.
Menuju Sistem Kesehatan Terintegrasi dan Berkelanjutan
Insiatif ini juga bertujuan untuk mendukung deteksi dini, penemuan kasus aktif, serta terapi pencegahan TBC (TPT) yang terintegrasi dengan sistem kesehatan nasional. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan angka insiden TBC dapat ditekan secara signifikan.
Kemenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta untuk bergandeng tangan dalam meningkatkan kapasitas sistem kesehatan, sehingga mampu menghadapi tantangan pengendalian TBC di tanah air.
Kampanye GIATKAN merupakan langkah signifikan dalam upaya memerangi TBC di Indonesia. Dengan kolaborasi holistik dan gerakan bersama dari seluruh elemen masyarakat, Indonesia optimis dapat mengeliminasi TBC sesuai target yang telah ditetapkan. Dengan edukasi yang tepat serta komitmen dari berbagai pihak, visi Indonesia bebas TBC dapat terealisasi.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
4 Pilihan Destinasi Wisata Unggulan Pulau Hainan China dengan Nuansa Tropis Eksotis
- Kamis, 15 Januari 2026
Menjelajahi Wisata Pusat Kota Surabaya, Alternatif Liburan Keluarga Saat Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Isra Miraj 2026 Bertepatan Tanggal Hijriah Berapa? Simak Sejarah Singkatnya
- Kamis, 15 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













