Mesin Pabrik Meledak di KIC Semarang, 1 Pekerja Wafat
SEMARANG - Peristiwa ledakan terjadi di salah satu pabrik yang terletak di Kawasan Industri Candi (KIC) Semarang, tepatnya di Jalan Apel, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Berdasarkan pantauan di depan pabrik PT Raw Botanical Nusantara di Jalan Apel, petugas Damkar Kota Semarang serta mobil jenazah sudah berada di lokasi.
Terlihat sisa-sisa bercak darah di sekitar area pabrik. Bagian depan pabrik tampak normal, namun di area belakang, kondisi barang-barang rusak. Beberapa karung berisi material hijau tampak sobek, sementara atap seng berserakan.
Budi Cahyono (60), warga Ngaliyan yang kediamannya tidak jauh dari lokasi, menuturkan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ia mendengar suara dentuman yang sangat kuat.
"Kejadiannya pertama kali itu saya dengar ledakan yang amat keras sekali," kata Budi kepada detikJateng di lokasi, Rabu (1/7/2026).
Budi segera menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi. Ia menuturkan terdapat sekitar tujuh orang terluka dan satu korban meninggal dunia.
"Saya ke sana, kami sisir, kami menemukan satu korban tapi di bagian belakang. Terus saya melihat titik sumber kejadiannya," ucapnya.
"Ternyata korban sudah dilarikan ke rumah sakit. Korban kurang lebih tujuh orang dan yang meninggal satu, mungkin karena akibat ledakan dan kejatuhan dari atap pabrik," lanjutnya.
Ia menyebut bahwa para korban adalah pegawai pabrik tersebut, sementara kondisi lokasi pabrik tampak hancur akibat ledakan.
Saat dimintai konfirmasi, Wakil Komandan Pleton Damkar Kota Semarang, Bambang Setiawan menerangkan bahwa Damkar Kota Semarang menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB.
"Saya sampai lokasi sini, saya memastikan area yang terbakar. Lalu di sana ada korban yang sudah dinyatakan MD (meninggal)," lanjutnya.
Sembari menunggu kedatangan ambulans dan tim Inafis, Damkar Kota Semarang melakukan pemadaman di area sekitar. Ledakan tersebut diduga bersumber dari mesin produksi pabrik.
"Pemicu ledakannya itu tekanan tinggi. Ada tekanan tinggi, lalu mesinnya itu nggak sepanas biasanya. Dari jarak 1-2 meter itu sudah terasa panas," ucapnya.
"Karyawannya sudah bilang bahwa yang tanggung jawab ngecek tekanan mau ngecek sudah nggak sempat, sudah langsung meledak. Infonya itu mesin press, kayak mesin vakum," lanjutnya