Komisi II DPR Minta Mendagri Tegur Bupati Purwakarta soal Lagu

Komisi II DPR meminta Mendagri memberikan teguran kepada Bupati Purwakarta terkait lirik lagu yang menuai kritik. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:47:54 WIB

JAKARTA - Lagu karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang berjudul 'Lalaki Langit' memicu kritik keras lantaran liriknya dianggap merendahkan martabat perempuan. Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mendesak Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, untuk segera bersikap.

"Mendagri sebagai pembina kepala daerah harus meminta klarifikasi bupati. Dan bisa memberikan teguran agar pemerintahan tetap berjalan sesuai peraturan yang ada," ujar Dede Yusuf lewat pesan singkat, Kamis (2/7/2026).

Dede menegaskan bahwa seharusnya Zein memprioritaskan kewajibannya sebagai kepala daerah, seperti meningkatkan mutu pelayanan publik serta menyejahterakan masyarakat.

"Tugas bupati kan pada dasarnya adalah membangun dan memberikan kesejahteraan rakyatnya, baik secara fisik maupun pelayanan publik. Jadi sebaiknya para kepala daerah fokuskan saja kepada apa yang diamanatkan oleh UU dan pemilihnya. Termasuk janji kampanye," sambungnya.

Sebelumnya, Zein telah menyampaikan permohonan maaf setelah lirik lagu 'Lalaki Langit' dinilai melukai perasaan kaum perempuan. Ia menjelaskan bahwa video dan lirik lagu tersebut diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, seperti dilansir detikJabar, Rabu (1/7/2026).

Zein meminta maaf jika lirik lagu tersebut menyinggung perasaan perempuan. Ia mengaku tidak memiliki intensi tertentu dan tidak menyangka karyanya akan memicu dampak negatif.

"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu, namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri," katanya.

Salah satu kritik tajam disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia menyatakan bahwa dirinya tidak mendapati nilai penghormatan terhadap perempuan dalam lagu tersebut.

"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo