Pacu Energi Bersih, Bali Kembangkan PLTAL di Selat Nusa Penida

Pemerintah Bali mengembangkan proyek PLTAL sebagai langkah menuju Bali Mandiri Energi. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:13:22 WIB

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi melalui pemanfaatan energi bersih dan terbarukan. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan adalah pengembangan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di kawasan Selat Nusa Penida.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/6). 

Program ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih sekaligus mendukung visi Bali Mandiri Energi.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyatakan bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis arus laut berpotensi menjadi salah satu sumber energi alternatif yang mampu memperkuat ketahanan energi di Pulau Dewata.

“Di sisi energi, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah Bali Mandiri Energi. Bahkan, Bapak Gubernur selalu mendukung penggunaan EBT, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan pemanfaatan PLTS atap untuk instansi pemerintah, swasta, dan usaha pariwisata,” jelasnya.

Meski memiliki prospek besar, Dewa Made Indra menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari lingkungan hidup, aktivitas pelayaran, sektor perikanan, hingga keberlangsungan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali membuka ruang partisipasi masyarakat melalui proses sosialisasi dan penjaringan masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Nusa Penida, tokoh adat, serta pelaku usaha pariwisata.

“Kehadiran masyarakat Nusa Penida diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pra-studi ini, mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu sektor lain sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat maksimal,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Research Scientist University of Maryland, Prof. R. Dwi Susanto, memaparkan hasil kajian USAID-SINAR bersama Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM yang menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi arus laut. 

Menurutnya, terdapat sedikitnya 32 selat di Indonesia yang dinilai layak dikembangkan sebagai lokasi PLTAL, dan Selat Nusa Penida menjadi salah satu kawasan dengan potensi terbaik.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan EBT arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” ungkapnya.

Melalui penyusunan Pre-Feasibility Study ini, Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan nasional dalam pemanfaatan energi arus laut. Selain menguji kelayakan teknis dan komersial, studi tersebut juga menjadi dasar untuk mengembangkan sumber energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo