Tiga Peserta Wafat, Pelatihan Militer Calon Manajer Kopdes Dievaluasi

Pembukaan pendidikan bagi siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Pusdikes Puskesad. (Sumber Foto: idntimes.id)
Jumat, 26 Juni 2026 | 15:52:59 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan evaluasi mendalam terkait pelaksanaan pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer koperasi desa (kopdes) dan kampung nelayan.

“Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius dan saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional serta seluruh penyelenggara sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Jumat (26/6/2026).

Program pelatihan tersebut bernama Latsarmil Program Sarjana Penggerak Pembangunan (SPPI) untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Aspek yang sedang dievaluasi oleh Kemhan RI mencakup pemeriksaan kesehatan hingga prosedur penanganan.

“Khususnya pada aspek seleksi kesehatan, pengawasan medis, deteksi dini kondisi kesehatan peserta, serta prosedur penanganan apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan,” tutur Rico.

Ia menegaskan bahwa pelatihan militer ini merupakan bagian dari kurikulum SPPI yang dirancang untuk membentuk karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pengabdian, bukan ditujukan untuk mencetak prajurit.

“Nilai-nilai tersebut dipandang penting sebagai bekal bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat,” tutur Rico.

Terkait potensi perubahan metode pelatihan, Rico menjelaskan bahwa seluruh masukan serta hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menyempurnakan penyelenggaraan program di masa depan. 

Saat ini, Kemhan memastikan program latihan berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, dan pembentukan karakter.

Kemhan RI juga menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya tiga peserta.

“Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 3 peserta Program SPPI,” kata Rico.

Tiga peserta yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh setelah mengikuti latihan di Satdik Didikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan; Yonanda Muhammad Taufiq di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja; serta Novia Rahmadhani Sihotang di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo