Italia Geram Buntut Rahasia dalam Perang AS-Iran Diungkap Bos NATO

PM Italia Giorgia Meloni. (Sumber Foto: news.detik.com)
Jumat, 26 Juni 2026 | 15:52:59 WIB

JAKARTA - Publik Italia dihebohkan oleh pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Mark Rutte, yang mengungkapkan bahwa pemerintahan Italia turut berperan dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. 

Kegemparan politik di Italia terjadi karena pernyataan Rutte bertolak belakang dengan sikap pemerintahan Perdana Menteri (PM) Giorgia Meloni.

Rutte mengungkapkan bahwa pemerintah Italia secara rahasia mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer di wilayahnya selama perang berkecamuk. Hal ini memicu kemarahan di Roma karena bertentangan dengan pernyataan publik yang disampaikan oleh para pejabat pemerintahan Italia.

Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dilansir Press TV, Kamis (25/6/2026), Rutte mengatakan bahwa Italia mengizinkan 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan Amerika di Italia selama perang berlangsung.

"Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan kami," kata Rutte dalam wawancara pada Rabu (24/6) waktu setempat.

"Itu berarti ada sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung Epic Fury," sebutnya, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran yang disebut "Operation Epic Fury".

"Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar," ucap Rutte dalam wawancara dengan Fox News.

PM Meloni sebelumnya menyatakan bahwa hanya penerbangan logistik dan teknis—yang diizinkan berdasarkan perjanjian bilateral mengenai pangkalan militer AS di Italia—yang diperbolehkan beroperasi untuk mendukung aktivitas terkait operasi militer AS terhadap Iran. Pada Maret lalu, Meloni menegaskan kepada anggota parlemen bahwa Italia "tidak mendukung maupun berpartisipasi" dalam operasi militer terhadap Iran.

Oposisi Italia Tuntut Klarifikasi Pemerintahan Meloni

Terungkapnya peran rahasia Roma memicu kemarahan luas di seluruh spektrum politik Italia, dengan partai-partai oposisi menuntut klarifikasi segera dari pemerintahan Meloni. Pemimpin Gerakan Bintang Lima sekaligus mantan PM Italia, Giuseppe Conte, menuduh pemerintah melakukan penipuan. 

Peppe De Cristofaro, pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri, menyebut situasinya "sangat serius" dan menuntut Meloni, bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Antonio Tajani dan Menteri Pertahanan (Menhan) Guido Crosetto, segera memberikan klarifikasi di hadapan parlemen Italia.

Pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri lainnya, Angelo Bonelli, menyebut pernyataan Rutte telah mengungkap "kebohongan Meloni".

"Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen pada saat itu dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila," tuduhnya.

Menhan Italia Tuduh Bos NATO Beri Informasi Menyesatkan 

Menhan Italia, Crosetto, menepis pernyataan Rutte dengan menegaskan bahwa Italia hanya mengizinkan "kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik" yang sepenuhnya mematuhi Konstitusi serta perjanjian internasional. 

Ia menuduh Rutte menyampaikan pesan yang "sangat menyesatkan" karena menyamakan penerbangan pendukung yang diizinkan dengan operasi tempur.

Iran Geram NATO Terlibat Perang 

Pemerintah Iran mengecam dan menuduh NATO "terlibat" dalam perang AS dan Israel melawan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam pernyataan Sekjen NATO tersebut, yang disebutnya sebagai pengakuan "keterlibatan aktif" NATO dalam "perang ilegal" yang dikobarkan AS dan Israel.

"Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi ilegal terhadap sebuah negara anggota PBB yang berdaulat," kata Baghaei dalam pernyataan via media sosial X.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo