787 Rumah di Sigi Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu

Rumah warga di Desa Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah usai terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7. (Sumber Foto: kompastv.com)
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:42:49 WIB

JAKARTA - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB atau 11.27 Wita. 

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), melaporkan bahwa sebanyak 787 rumah di lima kecamatan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Henri Kusuma, merinci bangunan yang mengalami kerusakan terdiri dari 707 rumah rusak ringan, 68 rusak sedang, dan 12 rusak berat.

"Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi," kata Henri di Sigi, Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan, total warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi mencapai 912 kepala keluarga dengan total 1.412 jiwa.

"Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan bahwa penanganan bagi masyarakat terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, dilakukan secara optimal. Ia telah mengumpulkan seluruh OPD terkait untuk mempercepat proses pemulihan.

"Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," ucap Rizal.

Rizal juga menginstruksikan BPBD, kepala desa, serta camat untuk berkoordinasi dalam merampungkan data kerusakan rumah dalam durasi 1x24 jam.

"Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tektonik ini berpusat di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,23 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo