Diskusi di UGM Digeruduk, Budiman Sudah Sampaikan Laporan ke Istana

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Rabu, 17 Juni 2026
Diskusi di UGM Digeruduk, Budiman Sudah Sampaikan Laporan ke Istana
Wamentan Sudaryono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid bersama mahasiswa di UGM. (Sumber Foto: detik.com)

JAKARTA - Acara diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Wamentan Sudaryono, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir dengan aksi penggerudukan oleh mahasiswa. 

Budiman Sudjatmiko memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

"Saya sangat menyesalkan forum yang sangat berharga itu gagal. Karena saya sendiri menghadiri undangan. Saya sendiri menghadiri undangan," ujar Budiman kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, dialog belum sempat berjalan karena saat itu Budiman dan rekan-rekannya sedang memaparkan program serta sikap Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai isu.

"Kemudian ketika terjadi penggerudukan itu, di tengah jalan ada sekelompok orang dari arah belakang merangsang ke panggung. Dan kami terkepung, dan kami tetap bertahan di situ. Karena kami kan menerima undangan, ya," kata Budiman.

Budiman menegaskan pihaknya tidak diusir oleh panitia maupun pihak UGM, sehingga ia tetap bertahan untuk menghargai ratusan mahasiswa yang hadir.

"Dan ratusan mahasiswa yang hadir itu juga banyaknya, mereka demonstran. Mereka demonstran waktu sebelum acara dimulai. 'Siapa yang suka demo kemarin?' Banyak yang ngacung. Artinya mereka juga demonstran. Dan mereka siap menunggu forum tanya-jawab dari kami untuk mengecam, mengkritik, dan menggugat kebijakan pemerintah," ujar Budiman.

"Kami siap mendengarkan. Dan kami siap menjelaskan. Itu apa pun perbedaan posisi politiknya, yang penting terjaga forum diskusinya," sambungnya.

Ia sangat menyayangkan hilangnya forum dialog tersebut.

Pukulan dan Lemparan Botol

Budiman menceritakan bahwa saat kericuhan terjadi, ia sempat mengalami tindakan fisik berupa pelemparan botol dan percobaan pemukulan.

"Ada lemparan botol yang saya dengar dari Wakil Menteri Pertanian, Pak Daryono. Dia sempat terpukul. Kalau saya itu, ada yang memukul saya dengan sebuah benda yang ditutupi kertas, tapi kemudian dihalangi oleh ajudan saya, sehingga mengenai kepala ajudan saya," kata Budiman.

Meski begitu, ia mengaku tidak kapok untuk menghadiri undangan diskusi mahasiswa ke depannya.

"Tidak (kapok) dong. Dan selama ada undangan, kami tidak akan pernah menolak. Kami tidak akan pernah menolak selama ada undangan. Kami tidak akan pernah menolak itu. Jadi menurut kami, kami harus menghargai pihak pengundang, selama kami waktunya ada, tersedia, selama ada undangan, dialog, dari pihak oposisi yang paling keras sekalipun, kami bersedia datang," imbuh Budiman.

Budiman menyatakan bahwa ia telah melaporkan insiden ini kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan ajudan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan akan tetap melanjutkan sosialisasi program pemerintah melalui dialog di masa depan.

"Sudah kami sampaikan kepada ajudan dia. Bapak Seskab juga ya. Jalan terus, jalan terus, jangan takut, jalan terus. Terangkan, karena kami berada di program yang benar, jalan yang benar," tutur Budiman.

"Jalan terus, artinya jangan pernah takut. Dan kami memang sudah meniatkan kami, meniatkan diri bahwa banyak hal yang sebenarnya belum tersampaikan dengan baik dan kami harus dialogkan," pungkasnya.

Alasan Mahasiswa Menggeruduk

Aksi tersebut dilakukan mahasiswa sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM menilai pejabat negara tidak layak berbicara tentang Pancasila jika terus membungkam suara rakyat dan menganggap kritik sebagai gangguan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua