Konversi Motor Listrik Sewa ke Baterai Pribadi Butuh Rp 4 Juta

Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi. (Sumber Foto: otomotif.kompas.com)
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:42:48 WIB

JAKARTA – Merasa jenuh menggunakan sistem sewa atau tukar baterai pada sepeda motor listrik dan berniat beralih ke penggunaan baterai milik sendiri rupanya memerlukan banyak penyesuaian. Langkah awal yang mesti dilakukan adalah membeli unit baterai baru dari pasar aftermarket

Lalu proses pengerjaannya ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan atau sekadar menukar paket baterai saja, melainkan terdapat penyetelan pada sektor lainnya. 

Pengguna sepeda motor juga harus menyediakan dana ekstra guna penyesuaian pada sistem kelistrikan supaya kendaraan tetap dapat berjalan dengan semestinya.

Abdulah selaku mekanik dari Dolland Motor Electric menerangkan bahwa dana awal yang wajib disediakan bersumber dari penggantian komponen baterai tersebut.

“Untuk baterai, harga untuk kapasitas 60V mulai dari sekitar Rp 4 jutaan, sedangkan baterai 72V mulai dari kisaran Rp 5 jutaan," ujar Abdul panggilannya kepada Kompas.com, belum lama ini. "Harga tersebut belum termasuk biaya controller dan jasa pemasangan,” kata Abdul.

Banderol untuk peranti kontroler sendiri bervariasi, namun untuk tipe kontroler BLDC berkapasitas 48V-60V-72V 1500W dijual mulai harga Rp 650.000. Hal ini menandakan besaran total dana yang mesti dirogoh oleh pemilik sepeda motor bisa membengkak lantaran masih terdapat beberapa peranti lain yang wajib diselaraskan.

Berdasarkan penjelasan Abdul, sepeda motor kelistrikan yang menerapkan sistem sewa atau tukar baterai pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat antara baterai dengan sistem kelistrikan pada kendaraan.

“Untuk penyesuaiannya, kalau ingin diubah menjadi baterai pribadi ada beberapa hal yang perlu dilakukan," katanya. "Sebab, motor yang sebelumnya menggunakan sistem tukar baterai atau sewa umumnya memakai jalur data dari controller dan BMS ke speedometer," ujarnya.

Abdul memaparkan, jalan keluar yang biasa diterapkan yakni dengan memperbarui beberapa peranti agar seluruh sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi.

“Biasanya penyesuaian yang dilakukan adalah mengganti baterai bawaan dengan baterai umum yang menggunakan BMS umum," katanya. "Setelah itu kontroler juga diganti menggunakan tipe umum atau general. Kemudian, kalau speedometer tetap tidak terbaca, maka komponen tersebut juga ikut diganti,” kata dia.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo