Terobosan Hijau Pertamina: Pasang PLTS di Kapal, Hemat Bahan Bakar

PLTS dipasang di kapal Oil Barge Patra 2303 untuk mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi. (Sumber Foto: NET)
Senin, 15 Juni 2026 | 15:29:38 WIB

JAKARTA – Upaya menurunkan jejak karbon kini tidak lagi hanya dilakukan di fasilitas darat. 

Pertamina mulai membawa transformasi energi bersih ke sektor pelayaran melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 yang dioperasikan oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional armada pendukung distribusi energi nasional. 

Sistem PLTS yang dipasang di kapal itu diperkirakan mampu memangkas emisi hingga 79,2 ton CO2 setiap tahun dan menghemat konsumsi diesel sekitar 28,08 kiloliter per tahun.

Pemasangan sekaligus pengoperasian fasilitas tersebut dilakukan di galangan kapal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (11/6/2026), dengan pemantauan langsung dari Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.

Menurut Agung, penggunaan tenaga surya di lingkungan maritim menjadi bukti bahwa upaya mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil dapat diterapkan secara lebih luas.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung.

Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pertamina dalam mengejar target Net Zero Emission 2060 atau bahkan lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis.

Agung juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas anak usaha dalam mewujudkan inovasi tersebut.

“Kolaborasi antara PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada yang didukung oleh PIS sebagai induk usaha, memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” tambahnya.

Di sisi teknis, Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan berupa PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. 

Energi yang dihasilkan panel surya digunakan untuk menopang kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian beban yang sebelumnya dipenuhi diesel dapat dialihkan ke sumber energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” jelas John.

Implementasi tersebut dinilai menjadi contoh konkret bahwa teknologi energi bersih dapat diterapkan pada moda transportasi laut dan berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi nasional. 

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menyebut proyek ini sebagai salah satu pencapaian penting dalam upaya menurunkan emisi di sektor maritim.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” tutup Eka.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo