Perkuat Modal dan Perluasan, DSSA Tidak Bagikan Dividen Tahun 2025

DSSA memutuskan tidak membagikan dividen tunai tahun 2025 guna memperkuat modal dan ekspansi usaha. (Sumber Foto: NET)
Senin, 15 Juni 2026 | 15:29:38 WIB

JAKARTA - Dalam langkah yang mengejutkan bagi para pemegang saham, DSSA memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025. 

Keputusan ini diumumkan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 9 Juni 2026 dan mendapat persetujuan penuh dari para pemegang saham.

Manajemen menegaskan fokus perusahaan pada penguatan permodalan serta dukungan terhadap ekspansi usaha, sehingga kas perusahaan tetap terjaga untuk investasi masa depan. 

Hasil laba bersih untuk tahun 2025 tercatat USD230,53 juta, turun 25,41 persen dibandingkan USD309,08 juta pada periode sebelumnya.

RUPST mengesahkan alokasi laba bersih sebesar USD230,53 juta dengan rincian USD230 juta sebagai laba ditahan dan USD100 ribu sebagai cadangan wajib Perseroan. 

Langkah ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dan rencana pertumbuhan jangka panjang.

Kebijakan tanpa pembayaran dividen tunai menimbulkan variasi reaksi di kalangan investor. Beberapa analis menilai langkah ini sejalan dengan prioritas investasi jangka panjang dan stabilitas neraca, meskipun ada potensi dampak jangka pendek terhadap irama imbal hasil bagi pemegang saham. Cetro Trading Insight menekankan bahwa keputusan ini lebih menggambarkan fokus pada pertumbuhan portofolio ketimbang kepentingan pembagian laba saat ini.

Dari sisi laba, DSSA mencatat penurunan laba bersih sebesar 25,41 persen menjadi USD230,53 juta sepanjang 2025. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan pendapatan usaha yang turun 7,5 persen menjadi USD2,79 miliar. 

Faktor utama penurunan masih terkait dengan kontribusi yang turun pada segmen tambang dan perdagangan batu bara. Pendapatan segmen tambang dan perdagangan batu bara turun sekitar 10,3 persen menjadi USD2,48 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sementara itu, segmen non-tambang menunjukkan dinamika positif dengan kenaikan pendapatan 7,6 persen.

Pendorong utama pertumbuhan non-tambang adalah peningkatan signifikan pada lini bisnis digital dan teknologi yang melonjak sebesar 47 persen. Segmen energi terbarukan turut mencatat performa luar biasa dengan lonjakan pendapatan mencapai 351 persen. 

Hal ini mencerminkan semakin pentingnya kontribusi sektor energi bersih dalam portofolio perseroan.

Meskipun ada perbaikan pada beberapa lini bisnis, total laba masih tertahan oleh beban biaya dan komposisi pendapatan yang berubah. Kenaikan kontribusi energi terbarukan menandai arah strategis DSSA untuk masa depan. 

Investasi pada bisnis hijau berpotensi memperluas sumber pendapatan dan memperkuat posisi perseroan di pasar energi berkelanjutan. Dalam konteks ini, investor perlu memantau bagaimana alokasi modal dan capex diarahkan ke proyek-proyek ramah lingkungan.

Selain itu, transformasi digital dan teknologi terlihat sebagai pendamping kunci bagi operasional perusahaan. Dengan pertumbuhan sebesar 47 persen pada lini digital, DSSA berupaya meningkatkan efisiensi dan menawarkan produk layanan yang lebih luas. 

Analisis pasar menunjukkan peluang ekspansi, meskipun realisasi laba jangka pendek menghadapi dinamika harga komoditas dan biaya operasional. 

Secara keseluruhan, laporan 2025 menunjukkan DSSA menjaga keseimbangan antara perlunya permodalan internal dan arah strategis menuju portofolio beragam. 

Risiko terhadap return bagi investor ada, tetapi potensi reward terlihat dari pertumbuhan energi terbarukan dan digital. Dalam simulasi risiko-reward, rekomendasi jangka panjang tetap positif, asalkan likuiditas dan arus kas tetap terjaga.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo