ESDM Tanggapi Positif Usulan Kelistrikan Kabupaten Bombana untuk 2027
JAKARTA — Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., mengunjungi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memperjuangkan dua isu krusial: bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan peningkatan kapasitas listrik di wilayah kepulauan.
Langkah ini dilakukan untuk melistriki wilayah tertinggal dan terpencil di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, serta mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan yang merata, mandiri, dan berkelanjutan. Bupati Burhanuddin diterima langsung oleh Sekretaris Ditjen EBTKE, Harris, beserta jajaran pejabat terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin menegaskan kondisi fiskal daerah yang terbatas untuk membiayai program prioritas.
“Kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk membiayai beberapa program prioritas. Karena itu, kami datang langsung ke pusat untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat Bombana. Kami berharap adanya dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam sektor kelistrikan, agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” ujar Burhanuddin.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bombana tidak meminta dana secara langsung, melainkan bantuan program yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain PJUTS, Bupati menyoroti kapasitas kelistrikan di Pulau Kabaena yang terbatas.
“Khusus wilayah Kabaena, kapasitas listrik yang tersedia saat ini baru sekitar 4 megawatt. Jika pemerintah pusat memiliki rencana pembangunan pembangkit energi terbarukan sebagai pengganti tenaga diesel, kami siap menyiapkan lahan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Burhanuddin, kehadiran listrik sangat vital untuk mendukung ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ditjen EBTKE menilai usulan Pemkab Bombana selaras dengan Asta Cita Presiden dan program prioritas nasional terkait transisi energi bersih.
Hasilnya, Ditjen EBTKE memberikan respons positif dan berkomitmen memasukkan usulan Kabupaten Bombana ke dalam roadmap program tahun 2027.
Pihak kementerian menyarankan Pemkab Bombana segera melengkapi dokumen administrasi dan persyaratan teknis sesuai standar yang berlaku. Burhanuddin berkomitmen kuat untuk mengawal proses tersebut agar bantuan PJUTS dapat direalisasikan pada 2027.