PPSDM Migas dan Pemda Lahirkan 1.144 Tenaga Kerja Ahli Energi
CEPU - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) konsisten memacu pemerataan kemampuan pekerja lokal pada sektor energi.
Sejak tahun 2020, PPSDM Migas gencar menjalin kemitraan dengan instansi Dinas Tenaga Kerja di pelbagai pemerintah daerah. Sinergi ini dijalankan demi mengikis jarak kualitas keterampilan pada sektor migas yang memerlukan pekerja berkeahlian teknis serta standar keamanan tinggi.
Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto, menyatakan bahwa kemitraan bersama jajaran pemerintah daerah ialah tindakan taktis guna membuka jalur pelatihan bermutu bagi generasi muda daerah.
“PPSDM Migas sejak tahun 2020 sudah aktif bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Daerah antara lain dengan Disnakerin Kabupaten Tuban, Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin, Disnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Disnaker Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Disnaker Kota Sorong, Distranaker Kabupaten Kutai Kartanegara, Disnakertrans Kabupaten Sorong, dan di bulan Mei sampai saat ini dengan Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Barat Daya,” kata Waskito.
Lewat program kemitraan ini, para peserta dari pelbagai wilayah memperoleh diklat serta sertifikasi guna menyokong keperluan dunia industri migas.
Beberapa rumpun pelatihan yang sudah diambil oleh peserta di antaranya Operator K3, Operator Forklift, Operator Mobile Crane, Juru Ikat Beban atau Rigger, Operator Scaffolding, Operator Lantai Perawatan Sumur, Juru Las atau Welder, Teknisi Listrik, hingga Teknisi Instrumentasi Level 1.
Waskito memastikan, PPSDM Migas bertekad menjamin keahlian bidang migas tidak sekadar berfokus di area tertentu saja, melainkan sanggup merambah ke pelbagai pelosok di Indonesia.
“PPSDM Migas bekerja sama dengan kabupaten tersebut agar kompetensi sektor migas dapat merata di seluruh pelosok Indonesia dengan total peserta sampai saat ini sejumlah 1.144 orang di tahun 2025,” ujarnya.
Lewat kehadiran program pemerataan diklat ini, generasi muda daerah diproyeksikan mempunyai kesempatan yang kian lapang untuk berkecimpung langsung pada industri migas di daerah mereka masing-masing.
Di samping mencetak pekerja yang siap diterjunkan, program ini pun menjadi bagian dari langkah menyokong kedaulatan sumber daya manusia lokal pada sektor energi nasional.