Desa Energi Berdikari Keliki: Ciptakan Ketahanan Pangan Energi Bersih

Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau aktivitas pertanian di Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki, Gianyar, Bali, yang memanfaatkan energi surya untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat. (Sumber Foto: metrotvnews.com)
Selasa, 02 Juni 2026 | 17:51:53 WIB

JAKARTA - Pertamina memperkuat dedikasi terhadap kelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi warga lewat beragam program yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu inisiatif utamanya adalah program Desa Energi Berdikari (DEB). 

DEB merupakan sebuah konsep desa inovatif yang mengoptimalkan energi bersih guna memicu kemandirian masyarakat melalui penerapan energi baru terbarukan (EBT). 

DEB Keliki di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, hadir sebagai wujud nyata upaya Pertamina dalam menyediakan akses energi terbarukan di wilayah pedesaan.

Program ini dirancang untuk menjadikan energi terbarukan sebagai solusi atas berbagai kebutuhan warga setempat. Fokus utama DEB Keliki mencakup pengolahan sampah menjadi kompos serta penguatan ketahanan pangan lewat sistem pertanian yang ramah lingkungan. 

Proses pengelolaan sampah dan operasional pompa air sawah kini ditopang oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau secara langsung pelaksanaan program tersebut sekaligus menyerap penjelasan mengenai dampak positifnya terhadap masyarakat DEB Keliki pada Kamis (28/5/2026).

Local Hero sekaligus Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki, I Wayan Sumada, memaparkan bahwa dukungan Pertamina melalui pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi telah memberikan dampak signifikan bagi penduduk desa.

“Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari. Dengan produktivitas yang sangat tinggi tersebut, kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sangat membantu masyarakat dalam mengelola dan mengolah sampah,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Demi menunjang program tersebut, Pertamina menyediakan PLTS dengan kapasitas 10,5 kilowatt peak (kWp) yang mampu menghasilkan energi surya sebesar 14.256 kWh tiap tahunnya, menekan biaya listrik hingga Rp 21 juta per tahun, serta mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 13,7 ton ekuivalen karbon dioksida (CO2eq) per tahun.

Sumada menambahkan, bantuan Pertamina turut mendorong perubahan gaya hidup warga dalam memilah sampah rumah tangga. “Saat ini kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sudah sangat tinggi berkat kerja sama kami dengan Pertamina. Kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan,” ucapnya.

Selain pengelolaan sampah, DEB Keliki menggunakan PLTS berkapasitas 17,5 kWp untuk menggerakkan pompa air tanah tenaga surya demi mendukung pengairan tujuh subak. Program ini meningkatkan produktivitas panen padi organik dari 5,5 ton menjadi 8,7 ton per hektare. 

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, menyatakan apresiasinya terhadap keberhasilan program ini yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan bagi masyarakat.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo