JAKARTA - Dibuka dengan pantun, Ketua Umum METI, Norman Ginting, memulai momen silaturahmi sekaligus perkenalan pengurus baru Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia. Acara silaturahmi ini dihelat dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-27 METI di Gedung Pertamina, Jakarta, sore tadi (21/5).
Pada kesempatan tersebut, Norman kembali mengingatkan bahwa energi fosil saat ini semakin mahal dan sulit dijangkau.
"Pada situasi ini, EBT menjadi semakin releven. Kami akan dorong EBT bukan lagi alternatif tapi prioritas bagi ketahanan energi masional," kata Norman di hadapan pengurus dan anggota METI, termasuk perwakilan asosiasi EBT di Indonesia.
"Kami akan kami kampanyekan EBT sebagai prioritas," ujar Norman disambut tepuk tangan hadirin. Menurutnya, EBT sebagai prioritas harus didahulukan dan negara lain sudah bisa menjalankan EBT dengan baik.
"Kami berharap METI dapat berperan strategis sebagai driver untuk mempercepat EBT. Kami tak punya pilihan lain, jadi EBT kami dorong," ujarnya.
Pada momen perkenalan pengurus METI yang baru, Norman menegaskan adanya perbedaan dengan struktur pengurus sebelumnya.
"Bedanya pengurus sekarang adalah ke depan kami buat delapan bidang dan nanti ada chief strategy delivery unitnya," katanya.
Menurutnya, terdapat Task Force untuk melakukan percepatan, misalnya dalam mengawal program PLTS 100 GW pemerintah.
"Kami tidak ingin jadi obyek saja tapi jadi kami harus jadi pelakunya," ungkap Norman. Pihaknya akan melihat bagaimana sepak terjang METI ke depan dalam menjawab akselerasi EBT di Indonesia.