PLN UP2K Flores Resmi Nyalakan Listrik di Desa Kembang Ngada
KUPANG - Angin segar membawa harapan baru bagi warga Desa Kembang, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada. Penantian dalam waktu lama dari warga setempat untuk mendapatkan akses daya listrik kini telah menjadi kenyataan.
Lewat pelaksanaan commissioning test yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (PLN UP2K) Flores pada Rabu (15/4), Jaringan Listrik desa (Lisdes) dinyatakan resmi berfungsi, mengukuhkan progres desa itu dalam peta distribusi energi nasional.
Masuknya pasokan listrik ini tidak sekadar berkaitan dengan pemasangan instalasi kabel dan tiang, melainkan sebuah lompatan besar bagi kemajuan masyarakat setempat.
Momen krusial ini dirayakan oleh penduduk desa dengan menyelenggarakan prosesi adat pemotongan ayam sebagai wujud syukur terhadap para leluhur, yang merefleksikan keselarasan antara tradisi lokal dan modernisasi infrastruktur.
Kepala Desa Kembang, Florianus Mangung, memaparkan bahwa ketersediaan listrik menjadi elemen utama yang melepaskan masyarakat dari belenggu keterisolasian.
"Listrik bukan hanya soal lampu yang menyala, tapi tentang martabat dan masa depan. Anak-anak kami kini bisa belajar di malam hari dengan tenang, dan kami bermimpi usaha-usaha kecil di desa ini bisa tumbuh mandiri," tuturnya dengan penuh syukur.
Tersedianya listrik di daerah terpencil NTT ini pun menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam memeratakan akses energi yang lebih hemat sekaligus bersih, menggeser pemakaian lampu teplok atau genset pribadi yang boros biaya dan tinggi polusi.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penarikan jaringan listrik menuju Desa Kembang merupakan manifestasi dari komitmen kuat PLN untuk mendorong transisi energi yang berkeadilan.