JAKARTA – Pengembangan serta pengoperasian kawasan pembangkit energi bersih milik PLN Nusantara Power (PLN NP) di Cirata, Jawa Barat, mendapatkan apresiasi dari Dewan Energi Nasional (DEN).
Kawasan ini dinilai sukses mengintegrasikan dua sumber energi terbarukan strategis, yakni PLTA Cirata dan PLTS Terapung Cirata yang terletak di Waduk Cirata.
Wilayah Cirata menjadi representasi nyata dari maksimalisasi potensi energi baru terbarukan lewat konsep hybrid.
PLTA Cirata, sebagai PLTA terbesar di Indonesia dengan daya 1.008 Mega Watt (MW), bersinergi dengan PLTS Terapung Cirata yang memiliki kapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp). PLTS ini merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN dan telah beroperasi sejak November 2023.
Dalam kunjungannya, Anggota DEN Unsur Pemangku Kepentingan (Industri), Dr Ir Sripeni Inten Cahyani MM IPM ASEAN Eng, mengungkapkan bahwa keberadaan pembangkit hybrid di Cirata merupakan bukti nyata transformasi sektor kelistrikan nasional menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah integrasi ini sanggup memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan di tengah beragam tantangan lingkungan.
Saat ini, unit pengapung (floater) pada PLTS Terapung Cirata mengalami penurunan elevasi karena biota air endemik. Pihak Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE) sebagai operator sedang melaksanakan penggantian floater secara bertahap yang diperkirakan selesai pada Agustus 2026.
“PLTS Terapung Cirata masih beroperasi dengan normal dan melalui tantangan ini, akan memunculkan berbagai penelitian dari kalangan akademisi untuk dapat diaplikasikan pada pembangunan PLTS terapung lainnya di masa depan,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.
PLN Nusantara Power menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan wujud komitmen dalam menyokong transisi energi nasional. Dengan memanfaatkan waduk yang sudah ada sebagai lokasi PLTS terapung, PLN NP menghadirkan solusi energi bersih inovatif tanpa mengusik fungsi utama PLTA sebagai penopang listrik hijau.
“Cirata menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan besar dalam mengembangkan energi bersih berbasis inovasi. Kombinasi PLTA dan PLTS terapung ini menjadi model penting dalam pemanfaatan sumber daya energi terbarukan secara efektif, tanpa membutuhkan lahan tambahan yang besar,” ungkapnya.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menyampaikan bahwa dukungan dari DEN menjadi motivasi bagi perusahaan untuk memperkokoh portofolio pembangkit hijau.
“PLN Nusantara Power terus berkomitmen mendukung agenda transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkit energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Cirata menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan solusi energi masa depan bagi Indonesia,” terangnya.
Selain memasok listrik ramah lingkungan, PLTS Terapung Cirata menjadi standar baru bagi pengembangan proyek serupa di tanah air. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi referensi untuk pemanfaatan badan air potensial lainnya di Indonesia.
Melalui pengoperasian sistem hybrid ini, PLN Nusantara Power memperkuat posisinya sebagai subholding pembangkitan yang aktif berkontribusi dalam mencapai Net Zero Emission di Indonesia.