LANGKAT - EMP Gebang Limited sedang mempersiapkan tahapan pengeboran dua sumur baru yang bertempat di Lapangan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Agustus 2026 mendatang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari percepatan investasi migas sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi domestik, khususnya bagi wilayah Sumatera bagian utara.
Resha Ramadian, selaku Deputi General Manager EMP Gebang Limited, menerangkan bahwa proyek yang berlokasi di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura tersebut saat ini telah memasuki fase persiapan pengembangan lapangan.
Proyek ini diposisikan sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda operasi migas perusahaan untuk tahun-tahun mendatang.
Ia menekankan bahwa kelancaran proses perizinan menjadi faktor krusial agar momentum investasi di sektor hulu migas tidak terbuang.
“Industri hulu migas sangat bergantung pada kepastian waktu investasi dan kecepatan eksekusi proyek,” ujar Resha Ramadian dalam audiensi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (11/5/2026).
Pengembangan Lapangan Secanggang ini dilakukan di tengah tantangan penurunan produksi migas nasional dari lapangan-lapangan tua, sementara konsumsi energi dalam negeri terus merangkak naik.
Sektor hulu migas nasional beberapa tahun terakhir memang menghadapi tantangan berat, mulai dari tingginya biaya operasional hingga persaingan global dalam menarik modal.
Kehadiran proyek di Sumatera Utara ini dinilai sangat strategis untuk menjaga perekonomian daerah dan menyuplai energi bagi kawasan industri di utara Pulau Sumatera.
Selain potensi tambahan produksi, proyek ini diharapkan memberikan efek domino ekonomi melalui sektor logistik, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengungkapkan harapan agar perizinan investasi migas dapat dipercepat sehingga proyek yang sudah masuk tahap pengembangan bisa segera berjalan.
“Kami ingin investasi migas bergerak lebih cepat karena dampaknya langsung terhadap ekonomi daerah,” katanya.
Surya juga menambahkan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong legalisasi sumur minyak masyarakat demi menjamin standar keselamatan dan kepastian hukum yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono, menyebutkan bahwa wilayah Sumatera bagian utara memiliki peran vital terhadap produksi migas nasional. Sekitar 30 persen produksi nasional berasal dari wilayah ini, yang aktivitas operasinya terpusat di Sumatera.
Menurut CW Wicaksono, SKK Migas kini tengah berupaya menarik investasi senilai US$300 juta ke Sumatera Utara untuk mendukung sektor hulu migas, termasuk pengeboran sumur baru.
“Kepastian investasi dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam percepatan proyek migas,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, General Manager PT EMP Tonga, Nita Apriyani, menjelaskan bahwa perusahaan kini sedang berfokus pada studi rencana eksplorasi di masa depan, termasuk pengurusan izin untuk penambahan sumur migas baru.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan dari Japex – EMP Gebang, PT APGWI, serta Pertamina EP Field Pangkalan Susu.