IMIP Bangun PLTS 200 MWp dan Sistem Baterai demi Kurangi Batu Bara

IMIP Siapkan PLTS 200 MWp, Dorong Industri Hijau dan Tekan Emisi Karbon. (Sumber Foto:NET)
Rabu, 13 Mei 2026 | 17:40:13 WIB

MOROWALI – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tengah memperkuat strategi industri rendah karbon melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 200 MWp di kawasan industri Morowali. 

Langkah ini diambil sejalan dengan semakin kuatnya tuntutan global bagi industri untuk menjalankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta memakai energi bersih dalam seluruh proses produksi.

Proyek PLTS ini akan dikerjakan oleh PT Sumber Energi Surya Morowali di atas lahan seluas 224 hektare dan bakal dilengkapi dengan sistem penyimpanan baterai berkapasitas 80 MW.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi surya pada saat ini bukan hanya sekadar kebutuhan lingkungan, melainkan telah menjadi unsur krusial dalam kompetisi industri global.

“Energi bersih mulai menjadi syarat ekonomi masa depan. Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko tertinggal dalam efisiensi, investasi, dan akses pasar internasional,” kata Yulius, Senin (11/5/2026).

Yulius menjelaskan bahwa daya listrik dari PLTS tersebut akan dipakai untuk menyokong operasional pabrik serta perkantoran penyewa (tenant) di area IMIP. Upaya ini juga ditujukan untuk meminimalkan ketergantungan pada pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara. 

Penggunaan PLTS ini diprediksi mampu mengurangi emisi karbon, nitrogen oksida, serta sulfur dioksida, di samping menghemat pemakaian batu bara hingga puluhan ribu ton setiap tahunnya.

Sebelumnya, beberapa proyek energi hijau telah beroperasi di kawasan IMIP, seperti PLTS Kanal Fatufia berkapasitas 1,27 MWp serta PLTS Atap PT DSI dengan kapasitas 65,89 MWp yang didukung oleh 119.800 panel surya. Selain pengembangan PLTS, kawasan IMIP juga mengembangkan PLTU Co-Generation yang dikelola oleh PT DSI dengan kapasitas 65 MW dan PT HYNC berkapasitas 50 MW.

PT IMIP menilai bahwa ekspansi energi terbarukan merupakan langkah strategis dalam memperkokoh struktur industri rendah karbon, khususnya di tengah naiknya ekspektasi pasar internasional terhadap produk yang ramah lingkungan.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo