IPA Convex 2026: Dorong Eksplorasi 50 Persen Cekungan Migas Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:32:30 WIB
Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong. (Sumber Foto:NET)

TANGERANG - Asosiasi pelaku sektor hulu migas, Indonesian Petroleum Association (IPA), siap menyelenggarakan konferensi serta pameran tahunan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 pada 2026.

Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu hingga Jumat, 20–22 Mei 2026, berlokasi di ICE BSD City, Tangerang, dengan mengusung tajuk '50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth'. 

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menuturkan bahwa perhelatan ini digelar di tengah kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil, yang mana situasi tersebut berisiko mengganggu pasokan energi nasional karena Indonesia masih bergantung pada impor.

Menurutnya, kondisi geopolitik global saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas domestik. 

Hal tersebut mengingat potensi yang tersedia masih sangat luas, di mana lebih dari 50 persen cekungan migas di tanah air belum tersentuh eksplorasi, khususnya di kawasan timur dan perairan dalam.

"Memang 50 cekungan ini lokasinya itu memang di tempat laut dalam atau yang timur yang infrastrukturnya kurang, atau di daerah barat yang cukup banyak infrastrukturnya tapi punya tingkat kesulitan teknis yang besar. Jadi memerlukan teknologi dan biaya yang besar," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (12/5/2026).

Oleh karena itu, Marjolijn memberikan penekanan bahwa konsistensi kebijakan pemerintah, tersedianya kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta skema fiskal yang menarik menjadi faktor krusial guna menarik minat para investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Terkini