Harga Minyak Melambung Picu Tekanan Berat di Bursa Saham Asia

Kamis, 30 April 2026 | 13:51:33 WIB
Ilustrasi harga minyak

JAKARTA – Kondisi harga minyak melambung tinggi telah memberikan tekanan signifikan pada sentimen investor di bursa saham Asia yang bergerak melemah pagi ini.

Laju inflasi yang dipicu oleh kenaikan biaya energi menjadi momok utama bagi para pelaku pasar modal di kawasan regional.

"Harga minyak mentah WTI melonjak 2 persen menjadi 82,16 dolar AS per barel, sementara Brent naik 1,3 persen ke 86,21 dolar AS per barel," ujar Stephen Innes, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,2 persen pada awal sesi perdagangan.

Innes berpendapat bahwa lonjakan harga komoditas energi ini akan memaksa bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu lebih lama.

Kekhawatiran akan terbatasnya pasokan dari negara-negara produsen minyak utama memperburuk situasi di pasar spot.

Sektor transportasi dan industri manufaktur menjadi yang paling terdampak oleh volatilitas harga bahan bakar ini.

Para manajer investasi kini cenderung memindahkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Indeks Hang Seng dan Nikkei terpantau kompak mengikuti tren pelemahan global akibat beban biaya operasional emiten yang diprediksi membengkak.

Ketidakpastian geopolitik turut menambah daftar panjang faktor yang membuat bursa saham sulit untuk bangkit.

Ekspektasi pertumbuhan ekonomi di akhir kuartal ini terpaksa dikaji ulang oleh banyak lembaga pemeringkat internasional.

Terkini