Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan Eskalasi Perang Iran

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:19 WIB
Ilustrasi Harga Minyak

MADIUN – Harga minyak naik pada perdagangan Kamis pagi akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari eskalasi konflik perang Iran di Timur Tengah.

Kenaikan ini terjadi setelah beberapa hari pasar sempat mengalami konsolidasi tipis. Namun, perkembangan terbaru di wilayah produsen energi tersebut kembali memicu spekulasi mengenai ketersediaan stok di masa mendatang.

"Kemungkinan gangguan pasokan tetap menjadi fokus utama investor seiring meningkatnya retorika konflik di kawasan tersebut," ujar Vandana Hari, analis energi terkemuka, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Vandana Hari berpendapat bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase sensitif terhadap setiap pergerakan militer di jalur perdagangan energi dunia.

Lonjakan harga mencerminkan ketakutan akan terhambatnya arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan urat nadi utama bagi distribusi minyak mentah ke seluruh penjuru dunia setiap harinya.

Para spekulan di pasar berjangka mulai mengambil posisi beli untuk mengamankan aset mereka dari fluktuasi yang lebih ekstrem. Kondisi ini diperparah dengan cadangan global yang mulai menipis di beberapa pusat penyimpanan utama.

Beberapa analis komoditas menyebutkan bahwa jika situasi lapangan tidak segera mereda, tekanan terhadap harga akan terus berlanjut hingga akhir pekan. Hal ini memberikan beban tambahan bagi negara-negara importir energi yang sedang berjuang melawan inflasi.

Pemerintah di berbagai belahan dunia kini sedang memantau dengan saksama dampak dari pergeseran harga ini terhadap biaya logistik domestik. Keseimbangan antara permintaan dan penawaran menjadi semakin rapuh akibat faktor eksternal yang sulit diprediksi secara akurat.

Harapan untuk stabilitas pasar kini bergantung pada upaya diplomasi internasional guna mencegah terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas. Tanpa adanya jaminan keamanan, tren penguatan nilai komoditas energi ini diprediksi akan terus bertahan dalam jangka menengah.

Terkini