JAKARTA - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang ingin pulang ke kampung halaman melalui jalur laut.
Untuk memastikan perjalanan berjalan lancar, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan ratusan kapal guna melayani mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026.
Pemerintah menargetkan kesiapan transportasi laut tidak hanya dari sisi jumlah armada, tetapi juga dari aspek keselamatan dan pelayanan di pelabuhan. Berbagai langkah telah disiapkan agar masyarakat yang melakukan perjalanan antar pulau dapat memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Kesiapan Armada Laut untuk Mudik Lebaran 2026
Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan sarana transportasi laut guna menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang untuk melayani mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan hingga daerah terpencil.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah berfokus pada kesiapan armada serta pelayanan di pelabuhan agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan lancar. Selain memastikan jumlah kapal yang memadai, pemerintah juga melakukan uji kelaiklautan terhadap berbagai jenis armada.
Proses pemeriksaan tersebut mencakup kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi selama periode mudik berada dalam kondisi layak dan aman untuk digunakan.
“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program Tiket Gratis untuk Puluhan Ribu Penumpang
Selain menyiapkan armada yang memadai, pemerintah juga menghadirkan berbagai program untuk membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut. Salah satunya adalah program tiket gratis yang kembali digelar pada tahun ini.
Program tersebut disiapkan dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Masyarakat dapat mulai mendaftarkan diri sejak 6 Maret 2026 untuk keberangkatan pada periode 11 Maret hingga 6 April 2026.
Program tiket gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya namun tetap ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses transportasi bagi masyarakat di berbagai wilayah kepulauan.
Diskon Tiket Kapal Pelni Hingga 30 Persen
Selain tiket gratis, pemerintah juga memberikan insentif berupa potongan harga tiket kapal. Diskon tarif sebesar 30% diberikan untuk seluruh trayek kapal PSO PT Pelni kelas ekonomi.
Program diskon tersebut mencakup lebih dari 445 ribu tiket yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan adanya potongan harga ini, diharapkan biaya perjalanan menjadi lebih terjangkau bagi para pemudik yang memilih transportasi laut.
Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi laut, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh antar pulau.
Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas Utama
Dalam pelaksanaan angkutan laut Lebaran 2026, pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa tidak ada kompromi terkait keselamatan pelayaran.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap armada akan terus dilakukan, termasuk pengecekan perlengkapan keselamatan serta kompetensi awak kapal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan jumlah penumpang selama periode mudik.
“Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang ketat, pemerintah berharap seluruh perjalanan laut selama masa mudik dan arus balik dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
Peningkatan Layanan dan Fasilitas di Pelabuhan
Selain kesiapan armada, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan di pelabuhan. Berbagai fasilitas dipersiapkan untuk mendukung kenyamanan para penumpang selama proses keberangkatan maupun kedatangan.
Kesiapan terminal penumpang, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi menjadi bagian dari aspek yang diperhatikan. Pemerintah juga meminta agar pengaturan jadwal kapal dilakukan secara disiplin agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan.
Pelayanan yang diberikan kepada penumpang juga diharapkan dilakukan secara humanis, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Kelompok tersebut meliputi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak-anak.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap transportasi laut dapat menjadi pilihan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026.