Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Raih 6,69 Juta Ton

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 25 Juni 2026
Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Raih 6,69 Juta Ton
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri Panen Raya Padi di Desa Gentan, Sukoharjo. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu produksi padi guna memenuhi target nasional sebesar 10,5 juta ton pada 2026. 

Hingga periode Januari-Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan menyentuh angka 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 63,43 persen dari target produksi tahun 2026.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Padi bersama para petani di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, hari ini. 

Dalam kegiatan tersebut, Luthfi turut melakukan panen dengan combine harvester, meninjau pengolahan lahan pasca panen, serta berdialog bersama petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian.

Luthfi menyatakan panen raya ini merupakan wujud syukur atas keberhasilan produksi pertanian di wilayahnya. Meski begitu, ia mengimbau berbagai pihak agar mulai menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

"Ke depan tantangannya adalah perubahan musim. Perkiraannya musim kemarau akan panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping (pemetaan) wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Berbagai langkah antisipasi akan dijalankan melalui pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, serta distribusi bantuan pompa sesuai kebutuhan di lapangan. 

Dalam dialog, petani menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan air untuk musim tanam ketiga (MT III), jaringan listrik sumur pertanian, bantuan combine harvester, alat pengolah tanah, hingga perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi.

Menanggapi hal itu, Luthfi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana pertanian. 

Terkait alat panen, Pemprov akan mengatur penggunaan combine harvester milik provinsi secara bergilir sekaligus mengusulkan tambahan bantuan alsintan ke Kementerian Pertanian. Selain itu, Jawa Tengah telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa untuk didistribusikan guna membantu pengairan lahan selama kemarau.

"Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan pasokan air irigasi untuk wilayah Bendosari dan sekitarnya masih mencukupi hingga Oktober 2026. "Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi, sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga," tegasnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menambahkan bahwa para petani telah berperan besar menjaga ketahanan pangan. 

"Kami terus berupaya mendukung petani melalui bantuan alsintan, pembangunan irigasi, sumur dalam, dan jalan usaha tani. Namun kami juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar kebutuhan petani bisa terpenuhi secara optimal," tutup Etik.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua