Pertamina Pangkas Emisi 79,2 Ton Karbon Via PLTS di Kapal Pengangkut

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Sabtu, 13 Juni 2026
Pertamina Pangkas Emisi 79,2 Ton Karbon Via PLTS di Kapal Pengangkut
Direktur TKB Pertamina Persero, Agung Wicaksono melihat panel surya di atas Kapal PTK OB 2303. (Sumber Foto: kumparan.com)

JAKARTA - Komitmen Pertamina dalam menurunkan emisi karbon kini merambah sektor maritim. Lewat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), perusahaan berhasil memangkas emisi hingga 79,2 ton CO? per tahun serta menghemat penggunaan bahan bakar diesel.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina memperluas penggunaan energi bersih di seluruh rantai bisnisnya, termasuk pada armada pendukung distribusi energi nasional yang sebelumnya masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Instalasi serta operasional sistem PLTS ini dilaksanakan di galangan kapal, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (11/6/2026).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, yang melakukan peninjauan langsung di lokasi menyebutkan bahwa implementasi energi surya di kapal membuktikan bahwa upaya pengurangan bahan bakar fosil dapat diterapkan baik di darat maupun di laut.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” ujar Agung.

Agung menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari perjalanan Pertamina mencapai target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat lewat berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis perusahaan.

Agung juga menyampaikan bahwa proyek ini merupakan contoh konkret sinergi antar entitas Pertamina. 

Kolaborasi antara PNRE sebagai penyedia solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada yang didukung PIS sebagai induk usaha, memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan bahwa sistem yang digunakan adalah PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.

John menjelaskan, energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga penggunaan diesel dapat sebagian digantikan oleh energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ucap John.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter setiap tahunnya.

Penerapan PLTS pada OB Patra 2303 juga membuktikan bahwa energi terbarukan memiliki potensi besar untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra menambahkan, proyek ini menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. 

Selain penerapan berbagai perangkat hemat energi pada armada, pemanfaatan energi surya dinilai membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” tutup Eka.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua