Jepang-Inggris Lebarkan Kemitraan Strategis di Bidang Energi dan AI

FE
Jumat, 12 Juni 2026
Jepang-Inggris Lebarkan Kemitraan Strategis di Bidang Energi dan AI
Perdana Menteri Jepang dan Inggris bertukar memorandum kerja sama energi di London. (Sumber Foto: NET)

TOKYO – Jepang dan Inggris tengah mempertimbangkan pembentukan kerangka kerja baru untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai. Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya perhatian terhadap energi terbarukan di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Sumber pemerintah Jepang, Kamis, menyebutkan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan bertukar memorandum kerja sama energi saat bertemu di London pada Minggu mendatang. 

Memorandum ini tidak hanya mencakup pengembangan energi angin lepas pantai, melainkan juga kerja sama terkait pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya serta teknologi fusi nuklir.

Kedua pemimpin juga tengah menyiapkan pernyataan bersama mengenai keamanan ekonomi yang berfokus pada kerja sama energi. Dalam pernyataan tersebut, mereka diperkirakan akan menyampaikan kekhawatiran terhadap praktik tekanan ekonomi, termasuk pembatasan ekspor mineral kritis yang diduga merujuk pada China. 

Pertemuan di London ini menjadi pertemuan puncak pertama antara Takaichi dan Starmer sejak keduanya bertemu di Tokyo pada Januari lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di saat Inggris dan sejumlah negara Eropa terus mengembangkan proyek besar energi angin lepas pantai di kawasan Laut Utara.

Sebagai negara yang minim sumber daya energi, Jepang selama ini sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. Namun, meningkatnya ketegangan kawasan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada akhir Februari mendorong Tokyo untuk mempercepat diversifikasi sumber energinya.

Selain isu energi, Takaichi dan Starmer juga akan menyepakati penguatan kemitraan bilateral di bidang inovasi dan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Kedua negara menegaskan pentingnya membangun rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan.

Agenda pembahasan juga mencakup proyek pengembangan jet tempur generasi baru yang melibatkan Jepang, Inggris, dan Italia. Selain itu, kedua negara akan membahas kerja sama industri pertahanan, keamanan siber, serta kegiatan intelijen. 

Terkait situasi di Timur Tengah, kedua pemimpin diperkirakan membahas upaya menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang saat ini secara efektif tertutup akibat meningkatnya konflik. 

Dalam pembahasan tersebut, kemungkinan akan muncul usulan Inggris mengenai pengiriman pasukan multinasional ke kawasan tersebut. Selain bertemu Starmer, Takaichi dijadwalkan mengunjungi Italia pada Senin untuk bertemu Perdana Menteri Giorgia Meloni, sebelum menghadiri KTT G7 di Evian, Prancis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua